Kabargolkar.com - Dapil Papua Barat Daya menjadi arena pertarungan bagi muka lama. Mereka yang sebelumnya sukses melaju ke Senayan lewat Dapil Papua Barat, kini migrasi ke Dapil Papua Barat Daya.
Siapa saja mereka? Ada politisi PDIP Harvey Malaiholo, Robert J Kardinal dari Golkar, dan Rico Sia dari NasDem. Ketiganya saat ini menjabat sebagai anggota DPR mewakili Dapil Papua Barat. Dari ketiga nama ini, satu di antaranya adalah legislator pergantian antar-waktu, Harvey Malaiholo. Harvey menggantikan Jimmy Demianus Ijie yang meninggal pada 23 Juli 2021 lalu.
Ketika itu, selisih suara Harvey relatif jauh dari Jimmy. Harvey hanya memperoleh 16.933 suara. Sementara Jimmy menjuarai suara Dapil Papua Barat dengan perolehan 66.555. Di posisi kedua ditempati Kardinal dengan 62.303 suara. Sementara, Rico masuk ke Senayan dengan perolehan 50.415.
Sekalipun Harvey cuma anggota DPR PAW, tapi nama dia cukup populer. Karena berlatarbelakang musisi nasional. Pernah berjaya di masanya. Hal ini yang membuat Harvey sukses mendapat suara tertinggi kedua di PDIP, dan mendapat kesempatan menggantikan mendiang Jimmy di Senayan.
Di Pileg 2024, Harvey mendapat lawan berat dari Caleg sesama partainya. Dia harus adu kuat dengan jenderal purnawirawan TNI, Joppye Onesimus Wayangku di dapil yang meliputi Kabupaten: Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat, dan Kota Sorong tersebut. Joppye merupakan mantan Pangdam XVIII/ Kasuari. Selain Harvey dan Joppye, PDIP juga memasang Sandra Caya.
Golkar mempercayakan Kardinal untuk bertarung di dapil hasil pemekaran Papua Barat itu. Kardinal ditempatkan di urutan pertama. Di bawah Kardinal ada Bernard Sagrim dan Rhidian Yasminta Wasaraka. Bernard adalah Bupati Maybrat dua periode. Sementara, Rhidian Yasminta merupakan pegiat lingkungan.
Tidak mau kalah dengan PDIP dan Golkar, NasDem juga mempertahankan muka lama, Rico Sia. Politisi berusia 54 tahun itu ditemani dua srikandi NasDem. Yakni tokoh perempuan Papua Barat Daya, Sofia Maipauw dan Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Sorong Papua Barat Daya, Namira.
Meski bukan berdarah Papua, tapi Namira tidak gentar. Dia optimis bisa melenggang ke Senayan dari Dapil Papua Barat Daya. “Saya memiliki keyakinan kemenangan itu akan kita raih,” kata Namira.
Namira mengklaim telah bergerak maksimal untuk merebut hati konstituennya. “Saya dan tim sudah bergerak secara masif. Apalagi setiap turun ke dapil menemui masyarakat kami masih melihat dan mendengar bahwa masyarakat masih mau Partai NasDem memperoleh suara tertinggi, dan saya terpilih sebagai anggota DPR RI,” tambahnya, optimis.
Gerindra, rupanya ogah mengulangi catatan kelam di Pileg 2019. Di mana, nasib partai berlambang Kepala Garuda itu tidak seberuntung Golkar, PDIP, dan NasDem. Karenanya, Gerindra menurunkan pimpinan partainya di Papua Barat Daya guna meraih hasil maksimal, Oktasari Sabil.