Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Dorong Prokes Terus Berjalan, Supian HK Soroti Kerusakan Sarana Cuci Tangan di Tempat Umum
  Bambang Soetiono   18 Agustus 2021
Ketua DPRD Kalimantan Selatan yang juga politisi Partai Golkar, H Supian HK. (Photo: banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

kabargolkar.com, BANJARMASIN - Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H Supian HK, meminta agar penanganan Covid-19 khususnya dalam hal pengetatan protokol kesehatan tak mati suri.

Ia mengaku kesal setelah beberapa kali mengecek ketersediaan air di tandon air atau sarana cuci tangan dengan sabun yang disediakan pemerintah dan swasta, tak diisi air kembali, sehingga tak bisa dipergunakan. Bahkan saat Selasa (17/8/2021) di beberapa titik, sarana cuci tangan hilang tandon, hingga tempatnya tidak ada lagi.

"Saya sudah mengecek ke bandara, tidak ada airnya untuk cuci tangan. Sekelas bandara internasional tidak ada air untuk cuci tangan di sarana cuci tangan," ujarnya dengan nada kesal.

Tak hanya itu, jelas politikus Golkar ini, dirinya juga memantau Pasar Baru Banjarmasin yang mayoritas tidak memakai masker. "Sarana cuci tangan di sana juga tidak ada, sementara salah satu protokol kesehatan adalah mencuci tangan dengan sabun," tambahnya.

Ia menduga akibat dari lengahnya masyarakat yang juga gak didukung dengan perlengkapan protokol kesehatan yang baik membuat kasus Covid 19 di Kalsel kemarin meledak.

Menurutnya, peran Satgas harus kembali dibangkitkan dari mati surinya, baik satgas provinsi maupun kabupaten kota. "Jangan cuma satu hari tegasnya, setelahnya lengah. Setelah muncul di televisi, besok-besok lengah lagi," sindirnya tajam.

Ia mengaku juga sudah menyampaikan ke Pj Gubernur dan wali kota, terkait sarana cuci tangan yang hilang hingga tak ada airnya. "Jangankan sabun, airnya pun habis, tandonnya hilang, sampai wadah tandonnya pun hilang," ujarnya sembari memperlihatkan video saat ia memantau protokol kesehatan di pasar.

Sementara itu, PJ Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan penanganan Covid-19 kini mengedepankan sektor hulu dan hilir. Sektor hulu, pihaknya meminta bupati dan wali kota dapat menerapkan PPKM Level 4 dan 3 dengan sepenuhnya.

Penyekatan di batas provinsi, pembatasan, penegakan dengan operasi yustisi di semua kabupaten kota, harus dijalankan. Dengan itu, Kalsel bisa keluar dari Level 4 dan Level 3.

"Kita masih punya waktu satu Minggu hingga 23 Agustus untuk dievaluasi kembali," tandasnya.

Saat ini, tambahnya, Kalsel masuk dalam 10 besar angka positif tertinggi di Indonesia. Perlu kerja sama serentak kabupaten kota dengan provinsi untuk kembali menurunkan kasus penyebaran Covid 19.

Pada sektor hilir, pihaknya akan mengawasi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, tempat isolasi terpadu dan terpusat, serta strategi kabupaten kota dalam perawatan pasien Covid-19.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.