Kabargolkar.com - Riumata. Nama sebuah kampung di pedalaman Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.
Jaraknya hsnya sekitar 26 km arah selatan dari Kota Kupang. Namun untuk menjangkau kampung dalam wilayah Desa Nekbaun itu, butuh waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil dari Kota Kupang.
Meski jaraknya dekat saja, Riumata termasuk salah satu kampung masih terisolasi dan jauh dari sentuhan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan. Perjalanan menuju Rimumata mesti melewati Ikangfoti, titik paling rawan untuk perlintasan Kota Kupang – Baun. Badan jalan sering terputus karena merupakan titik patahan. Kerawanan itu terutama saat musim hujan.
Meski masuk kategori jalan utama, melintasi jalan Kota Kupang – Baun tak jarang menemukan titik bopeng. Keadaan bertambah buruk sejak memasuki persimpangan menuju Riumata. Hampir sepajang penggalan jalan hingga Riumata, harus siap berselimutkan kabut debu.
Nekbaun (termasuk Riumata) kini berpenduduk 453 keluarga atau 1.671 jiwa. Belum semua mereka terlayani vaksinasi untuk meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19. Sebelumnya baru pernah sekali layanan vaksinasi oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Baun. Namun jangkauannya terbatas, hanya 200 orang.
Itu pasalnya, Partai Golkar melalui salah satu dari delapan program strategisnya yaitu Yellow Clinic, menggelar vaksinasi massal untuk 500 lebih warga di wilayah itu pada Rabu (1/9/2021). Vaksinasi di Riumata terkesan istimewa karena dengan pengawalan khusus Ketua Golkar Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas yang juga Ketua DPRD Kabupaten Kupang. Juga dikunjungi Frans Sarong dan Tony Kleden, masing masing sebagai Koordinator dan Wakil Koordinator Tim Media Partai Golkar NTT.
Seperti di daerah lainnya, aksi kemanusiaan yang digelar Partai Golkar di Riumata seakan mengobati kerinduan warga setempat dan sekitarnya mendapatkan akses layanan vaksinasi lebih banyak, bahkan jika mungkin mencapai 100 persen. “Hari ini warga kami sangat tertolong dengan vaksinasi oleh Partai Golkar karena melayani hampir separuh dari jumlah penduduk di desa kami. Kalau yang dari Puskesmas jumlahnya belum banyak, baru sekitar 200 orang saja,” sebut Kepala Desa Nekbaun, Izak Amnifu yang ditemui usai vaksinasi di Kator Desa Neukbaun.
Selain jangkauan terhadap akses layanan vaksinasi yang masih sangat terbatas, warga Kampung Riumata dan mungkin saja warga dibelahan provinsi NTT lainnya enggan mengikuti vaksinasi lantaran terjebak inforamsi sesat dan berita hoax yang mewartakan tentang efek negatif dari vaksinasi.
Kendati demikian, melalui sosialisasi dan pemahaman yang tidak pernah berhenti dilakukan oleh Kepala Desa dan aparatnya serta tokoh agama dan para tenaga kesehatan, akhirnya timbul kesadaran warga akan pentingnya menjaga imunitas tubuh dengan melakukan vaksinasi. Terbukti, layanan vaksinasi yang disediakan oleh Yellow Clinic di Kabupaten Kupang yang terbagi di dua titik yaitu di Aula GMIT Elim Naibonat dan di Kampung Riumta, Desa Nekbaun belum bisa mengobati dahaga segenap warga untuk memperoleh vaksin. Di kabupaten itu, termasuk di Kampung Riumata, masih banyak warga yang tidak bisa terlayani akibat keterbatasan vaksin