Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Legislator Golkar Tekankan Desentralisasi Fiskal Jadi Kunci Daerah Kelola Kebijakan Keuangan
  Nyoman Suardhika   07 September 2021
Credit Photo / Facebook

Kabargolkar.com - Daerah sebagai penopang pembangunan nasional harus memiliki semangat kemandirian dalam hal pengelolaan keuangannya. Tentu hal ini bisa berdampak baik, terlebih dengan kondisi pandemi COVID-19 ini.

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menilai, Seminar Nasional Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Sekretariat Jenderal (PKAKN Setjen) DPR RI terkait Kemandirian Fiskal Daerah, bisa menjadi bahan optimalisasi konsep desentralisasi fiskal.

Konsep tersebut dirasa perlu diterapkan agar otonomi daerah mampu berjalan dengan semestinya. Putkom -sapaan akrabnya- berharap agar daerah tidak bergantung lagi dengan pusat.

"Semestinya daerah bisa mendapatkan apa yang didapatkan dari berbagai kekayaan alam dan lain-lainnya yang berada di daerah," katanya usai menjadi Keynote Speaker di Seminar Nasional PKAKN Setjen DPR RI dengan tema ‘Kondisi dan Hambatan dalam Meningkatkan Kemandirian Fiskal Daerah’, Jakarta, Senin (6/9/2021).

Puteri, sapaan akrabnya,

Ketua Bidang Kemitraan Perbankan dan Pasar Modal DEPINAS SOKSI ini menekankan, perlu adanya prinsip keadilan dan pemerataan dana transfer yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH).

"Jadi, kita juga di sini menekankan pada prinsip keadilan dan pemerataan pada dana transfer DAU, DAK dan juga DBH tentunya. Jadi, kami sangat menunggu hasil kajian yang akan dihasilkan dari diskusi hari ini dan semoga nanti hasil kajiannya bisa kita pakai di Komisi XI untuk membahas bersama daftar inventarisasi masalah bersama dengan pemerintah," tuturnya.

Politisi muda Partai Golkar ini juga menjelaskan bahwa permasalahan yang saat ini terjadi di dalam implementasi kemandirian fiskal daerah adalah tidak hanya sekedar sistem administrasi, namun konsep hubungan keuangan daerah itu sendiri yang perlu dititikberatkan, utamanya dalam proses pembahasan RUU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD).

Oleh karena itu, Puteri berharap seluruh proses ini dapat meluruskan kembali konsepsi desentralisasi fiskal, yang muaranya adalah pada kemandirian fiskal daerah. Sehingga nanti daerah tidak lagi kebingungan dalam menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.

“Misalnya, karena kita lihat contohnya penggunaan dana PEN, di situ hanya sedikit daerah yang mampu untuk me-manage keuangannya dan menyerap anggarannya secara cepat, sementara banyak sekali daerah yang mengalami kesulitan karena berbagai persyaratan administratif yang harus dipenuhi untuk menggunakan dana tersebut," jelasnya.

Putkom sedikit menyayangkan prioritas persyaratan administratif di era pandemi seperti saat ini, di mana seharusnya penggunaan anggaran perlu digunakan dengan cepat dan tepat untuk membantu menyelamatkan masyarakat dari pandemi COVID-19. Sehingga, seharusnya persoalan administrasi tidak menjadi halangan bagi daerah untuk dapat melayani masyarakatnya dengan baik.

"Padahal kita tahu pada saat seperti ini saat yang sangat urgent dimana daerah juga membutuhkan dana tersebut untuk menangani kesehatan berhubungan dengan keselamatan manusia. Tentu persoalan administrasi itu harusnya tidak menjadi halangan ya, untuk mereka bisa melayani masyarakatnya dengan baik. Jadi, isu-isu seperti ini harus kita selesaikan dalam RUU HKPD," tutupnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.