Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang juga Ketua Bidang Perikanan DEPINAS SOKSI, Andi Rio Idris Padjalangi mengkritik keras peristiwa penembakan terhadap pemuka agama serta mendesak aparat kepolisian agar segera mengamankan para pelaku teror tersebut.
Kutukan keras Andi Rio ini bermula saat ada penembakan terhadap Ustadz Arman di Jalan Nean Saba RT 02/05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Ia meminta pihak kepolisian mendahului fungsi intelijen di lapangan, sehingga dapat lebih maksimal dalam melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap ancaman-ancaman teror yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Andi Rio mengatakan, perbuatan teror oleh pihak-pihak tersebut, dapat membuat situasi Indonesia menjadi kacau. Menurutnya, situasi Indonesia saat ini aman dan terkendali.
"Jangan sampai ada pihak yang sengaja membuat situasi Indonesia memburuk. Polri harus dapat bekerja maksimal bersama stakeholder lainnya," papar Andi, Minggu (26/9/2021).
Lebih lanjut politisi Fraksi Partai Golkar itu mengungkapkan bahwa ancaman teror yang dikatakan oleh pemerintah Jepang terhadap Indonesia terbukti nyata. Sebelumnya, pemerintah Jepang meminta warga Jepang yang berada di Indonesia untuk waspada dan menjauhi tempat ibadah serta kerumunan.
"Tentunya ini pukulan berat bagi pemerintah, khususnya aparat keamanan di Indonesia. Mengapa negara lain justru lebih mengetahui ancaman yang akan timbul di tanah air Indonesia? Tentunya hal ini tidak boleh terjadi ke depannya," kata legislator dapil Sulawesi Selatan II tersebut.
Diketahui, ancaman terhadap para tokoh agama yang marak dan terjadi akhir-akhir ini di tengah masyarakat. Bahkan menimbulkan korban tewas, salah satu ustaz akibat ditembak oleh orang tak dikenal di wilayah Tangerang, Banten beberapa hari lalu.
"Tangkap para pelaku, jangan sampai ancaman teror semakin meluas kepada para tokoh agama di tengah masyarakat, kepolisian harus dapat memberikan jaminan keamanan kepada tempat ibadah, sehingga para tokoh agama merasa aman dan nyaman dalam melakukan kegiatan beribadah keseharian," kata Andi Rio.
Korban tewas ditembak jarak dekat oleh pelaku yang sudah mengintainya selama 4 hari di sekitar rumahnya. Korban dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di samping rumahnya. Korban meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki motif dan pelaku penembakan tersebut.