Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, tantangan terberat pada Pemilu 2024 mendatang adalah persoalan pandemi Covid-19.
Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR ini mengungkapkan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak ingin terlalu banyak membahas soal Pemilu maupun Pilpres 2024.
Pria yang juga ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menegaskan, jika Menteri Koordinator Bidang Perekonimian itu ingin berfokus menangani Covid-19 di Indonesia.
Melki mengatakan, menjelang Pemilu 2024, isu yang menjadi tantangan di antaranya penyelesaian pandemi Covid-19 dan dampak ekonominya.
"Selain itu, tantangan lainnya adalah pergelaran Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20 pada 2022," kata Melki dalam keterangan persnya, Minggu (7/11/2021).
Dengan demikian, menurutnya, politikus yang menjabat di pemerintahan maupun di DPR dituntut bekerja maksimal untuk menyukseskan persoalan tersebut.
"Jadi wakil-wakil politikus yang ada di pemerintahan saat ini tentu kinerjanya harus kita topang agar jauh lebih bagus lagi dalam performanya untuk penyelesaian persoalan bangsa di bidang pandemi Covid-19 ini maupun juga bersama Pak Jokowi memimpin G20 dalam berbagai hal yang kita juga harus terlibat," tegas Melki.
Lebih lanjut, Melki menuturkan, Partai Golkar dalam Munas sebelumnya telah memilih Airlangga sebagai calon presiden (capres) dalam Pilpres 2024.
Namun, dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, Melki mengungkap Airlangga tidak ingin terlalu cepat didorong maju capres 2024 karena sedang fokus menangani Covid-19.
"Cuma memang kita sama-sama sadar bahwa setelah adanya pandemi Covid-19 ini, dengan jabatan Pak Airlangga sebagai Menko Perekonomian dan Ketua KPCPEN, kami sendiri juga sekarang tidak bisa sangat aktif bicara soal capres-cawapres ini," tuturnya.
"Karena Pak Airlangga sendiri yang justru meminta untuk ini jangan dibahas terlalu cepat dulu atau didorong terlalu cepat, karena harus urus pula urusan pandemi Covid-19 yang tentu lebih membutuhkan perhatian dibandingkan urusan capres-cawapres 2024," tutupnya.