Menurut Bamsoet, setelah lebih dari 17 tahun, sejak 2004 MPR melaksanakan sosialisasi segala putusan MPR, termasuk Pancasila di dalamnya, sudah saatnya MPR masa jabatan 2019 – 2024 melakukan evaluasi menyeluruh atas metode sosialisasi empat konsepsi dasar tersebut. “Pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah upaya membumikan Pancasila dan tiga konsepsi dasar lainnya telah berhasil membangun peradaban bangsa yang unggul?” katanya.
Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang masih banyak anak bangsa yang bermental 'inlander' dan bersikap 'inferior' ketika berhadapan dengan bangsa lain dan pernyataan Presiden Soekarno tentang jangan menjadi 'bangsa kuli' dan menjadi 'kuli bangsa-bangsa lain', lanjut Bamsoet, harus dijadikan sebagai bagian introspeksi dalam melaksanakan sosialisasi empat konsepsi dasar berbangsa dan bernegara.
"Metode sosialisasi Empat Pilar MPR ke depan harus mampu membangun karakter masyarakat dan sistem sosial yang berakar pada nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yang bersifat khas, unik, modern, dan unggul. Ini adalah pekerjaan rumah kita semua," pungkasnya.