Kabargolkar.com - Anggota Badan Anggaran DPR RI Mukhtarudin mendukung langkah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI (Menko Perekonomian RI) Airlangga Hartarto melakukan percepatan reformasi struktural di Indonesia. Reformasi struktural ini diharapkan akan mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.
"Kita tahu bahwa reformasi struktural itu menjadi syarat yang penting dilakukan agar potensi perekonomian nasional itu dapat dioptimalkan," tegas Mukhtarudin dalam keterangan tertulisnya kepada TIMES Indonesia, Senin (20/12/2021).
Menurutnya, reformasi struktural secara langsung akan mempercepat dan atau mengakselerasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui reformasi struktural, dilakukan langkah-langkah strategis dibidang pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur dan perbaikan kemudahan berusaha.
"Upaya percepatan reformasi struktural diharapkan selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022 sebagai penguatan fondasi pelaksanaan reformasi struktural secara lebih optimal," kata Mukhtarudin yang juga Anggota Fraksi Golkar DPR RI.
Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah itu mengungkapkan, tahun 2022 telah ditetapkan sebagai periode keberlanjutan pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Dimana pemerintah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 dapat tumbuh di atas 5 persen.
Sekali lagi, Mukhtarudin mendorong reformasi struktural dilakukan dalam rangka memperbaiki produktivitas dan peningkatan daya saing, dan juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi agar dapat kembali ke jalur seperti sebelum pandemi terjadi, bersamaan dengan pencapaian visi Indonesia Maju 2045.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kuliah umum di Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Jumat, (17/12), mengatakan bahwa reformasi struktural menjadi kunci utama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan Presidensi G-20 di Bali itu, Menteri Airlangga menyatakan kegiatan besar Presidensi G-20 bisa menjadi salah satu momentum untuk memaksimalkan peluang peningkatan SDM terutama pemuda dan mahasiswa.
"Para pemangku kepentingan termasuk akademisi mesti mengoptimalkan ajang Presidensi G20 untuk membantu pemulihan bersama dari pandemi COVID-19," kata Airlangga Hartarto. Upaya Menko Perekonomian RI ini mendapat dukungan dari Banggar DPR RI.