Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Wacana RS Internasional, Fraksi Golkar DPRD Bali Minta Pelayanan di RS yang Sudah Ada Terus Ditingkatkan
  Bambang Soetiono   30 Desember 2021
Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, I Wayan Rawan Atmaja. Photo: Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana

kabargolkar.com, DENPASAR - Pembangunan rumah sakit (RS) internasional di Bali oleh pemerintah
pusat melalui Kementerian BUMN dikritik oleh Fraksi Golkar DPRD Bali. Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Wayan Rawan Atmaja mengatakan bahwa secara umum, pihaknya mendukung gagasan pembangunan rumah sakit itu.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pemerintah pusat melakukan pembangunan rumah sakit internasional tersebut. Salah satunya yakni pemilihan lokasi rumah sakit tersebut di kawasan Sanur dinilai kurang tepat.

Apalagi, menurut pihaknya lokasi rumah sakit tersebut berada di kawasan padat penduduk dan lalu lintas. Tidak hanya itu, menurut dia pembangunan rumah sakit itu tersebut menurut pihaknya sebenarnya kurang menjadi prioritas utama.

Pasalnya, menurut Fraksi Golkar, sebenarnya Bali sendiri telah memiliki rumah sakit yang memiliki standar internasional yakni Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

“Saya pribadi setuju kalau dibangun RS Internasional, tapi kalau bisa dibangunnya jangan memakai tanah-tanah yang produktif,” jelasnya, Selasa 28 Desember 2021.

Rawan bahkan menyarankan bahwa semestinya untuk rumah sakit tersebut dapat dibangun di Bali Selatan, tepatnya di kawasan Bukit Jimbaran -Pecatu. Apalagi, di kawasan tersebut masih memiliki lahan hutan yang cukup potensial untuk dibangun rumah sakit.

Selain itu, lokasi tersebut juga dekat dengan fasilitas Bandara Ngurah Rai dan kawasan pariwisata lainnya. “Mungkin bisa mohonkan pada kehutanan dan bisa bangun disana, begitu juga di Sanur sudah ada RSBM. Alangkah baiknya bisa dibangun di Bali selatan memakai tanah kehutan. Disamping itu kawasan pariwisata juga 50 persen lebih ada di selatan, di samping dekat dengan dengan airport,” ujar dia.

Bahkan, dirinya mengusulkan ketimbang membangun rumah sakit, agar RSUP Sanglah lebih dimaksimalkan baik dalam pelayanan medisnya maupun fasilitas pendukungnya.

“Karena sering pasien menunggu antrean sampai berbulan-bulan untuk dapat penanganan (yang dijadwalkan). Termasuk parkir sangat-sangat krodit,” tegasnya.

Bahkan, pembangunan RS Internasional sendiri menurutnya merupakan buang-buang uang semata. Lebih baik, menurut dia uang yang digunakan untuk membangun rumah sakit tersebut dialihkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang sudah ada, seperti RSUP Sanglah dan RS Bali Mandara.

“RS Sanglah diutamakan dulu untuk pelayanan masyarakat kita. RSBM yang ada sekarang sudah bagus dan memadai untuk wisatwan. Ngapain buang-buang uang, pasti tujuannya untuk para wisatawan akan dibangun RS Internasional, dan masyarakat menengah kebawah bagaimana?” tanya dia.

Dengan demikian pihaknya berharap agar RS Sanglah ditata ulang, termasuk parkirnya agar bisa dibuatkan parkir bawah tanah. “Ditata ulang, mungkin bisa ditingkat dan ke bawah buat parkir kan elok. Stop RS Internasional tidak prioritas,” tegas Rawan Atmaja.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Rumah Sakit (RS) Internasional Bali yang terletak di Kawasan Wisata Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Senin, 27 Desember 2021.

Pembangunan rumah sakit ini diharapkan bakal menjadi salah satu destinasi wisata kesehatan warga negara Indonesia yang selama ini banyak berobat ke luar negeri

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.