Kabargolkar.com - Skema keberangkatan calon haji dan umrah asal Indonesia sudah disiapkan di masa pandemi ini oleh pemerintah. Seleksi ketat dari mulai embarkasi masing-masing sudah dilakukan dengan swab PCR, bahkan sampai di Tanah Suci akan kembali di-swab PCR.
Namun demikian masih ada kekhawatiran apakah ibadah haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi ditengah meningkatnya kasus varian Omicron.
Hal itu disampaikan Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPR RI yang sangat berharap agar tahun ini calon jemaah haji Indonesia bisa berangkat ke Tanah Suci setelah tertunda karena pandemi Covid-19.
"Dengan dibukanya ibadah umrah bagi jemaah Indonesia tahun ini, berarti ada peluang besar ibadah haji juga akan dibuka, walau mungkin ada pengurangan kuota," kata Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis.
Ia menambahkan, memang ada kekhawatiran atas pembukaan kembali ibadah umrah dan haji di tengah meningkatnya kasus varian Omicron. Di satu sisi bahagia, namun di sisi lain khawatir. "Dari awal memang sudah kita antisipasi bersama pemerintah. Seperti kita ketahui Covid-19 belum berakhir. Setelah Delta, ada lagi Omicron. Ke depan kita enggak tahu ada varian apa lagi," ucap John.
"Kita cuma bisa memperjuangkan semoga jemaah haji tahun 2022 ini bisa berangkat. Dan mudah-mudahan kuotanya tetap 100 persen. Tapi kalau nanti dikurangi oleh Pemerintah Arab Saudi, tentu DPR dan pemerintah akan mengantisipasinya. Berapa persen pengurangannya, itu kedaulatannya Arab Saudi," jelas John
"Saya pikir sudah cukup baik. Menag sudah berkunjung ke Arab.Saudi dan bertemu Gubernur Mekkah. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Menlu yang telah membuat diplomasi yang sangat baik dan sudah ditindaklanjuti dengan Menag. Ini langkah yang sudah sangat baik dan perlu kita berikan apresiasi untuk pemerintah, dalam hal ini Menag dan Menlu. Hubungan ini harus kita bina sebaik mungkin," kilah John.
Dia juga menyebut, selama ini jemaah Indonesia adalah yang terbaik dibandingkan jamaah dari negara lain. Jamaah Indonesia dikenal sopan dan ramah. Poin ini sangat penting sebagai modal Indonesia berdiplomasi. "Saya berharap jamaah selamat, sehat pulang pergi. Yang penting ibadah haji 2022 terlaksana dan kita bisa mengirim jamaah haji lagi," tutup legislator dapil Sumatera Barat II itu.