Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun bawa kabar 'angin sejuk', terkait pertumbuhan aset pada perbankan syariah.
Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan, aset perbankan syariah naik 10,97 persen. Sedangkan, kata Misbakhun, aset bank konvensional hanya naik sebesar 7,7 persen.
“Dari sisi dana bank syariah tumbuh 11,56 persen secara tahunan, sedangkan bank konvensional sebesar 11,49 persen. Kemudian dari sisi pembiayaan juga lebih tinggi dari konvensional yaitu sebesar 9,42 persen bank konvensional 0,55 persen,” kata Misbakhun dalam keterangan persnya secara virtual, Selasa (22/3/2022).
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekjen DEPINAS SOKSI ini mengungkapkan, penyaluran pembiayaan bank syariah mencapai Rp253,63 trliun pada bulan Juni tahun 2021.
"Sedangkan penyaluran kredit bank umum hanya sebesar Rp5.644,84 triliun atau hanya naik 0,48 persen dari Rp5.617,71 triliun pada periode yang sama," ucapnya.
Misbakhun berpandangan, jika kontribusi perbankan syariah dimaksimalkan, bisa meningkatkan dan membantu para UMKM di Indonesia.
"Sebanyak 64,13 juta merupakan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) berada di sektor informal, ini kalau kemudian penguatan dari sisi pembangunan sistem informasi kemudahan profilling debitur informal ini kemudahan bertansformasi ke sektor formal. Berapa persen saja bisa diambil dari sektor syariah saya yakin ini akan menjadi potensi besar pembiayaan syariah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata pria yang hobi bersepeda ini, KUR (Kredit Usaha Rakyat) saat ini sudah dinaikkan menjadi Rp375 triliun pada tahun 2022.
Kemudian subsidi yang diberikan oleh pemerintah juga sangat besar untuk menopang KUR tersebut.
“ Subsidi yang diberikan oleh pemerintah juga sangat besar untuk menopang KUR. Ini kalau KUR dipararelkan menjadi KUR syariah dan sebagainya, saya yakin ini menumbuhkan potensi yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi syariah,” tutup Misbakhun.