Kabargolkar.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman berharap Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Kementerian Perindustrian (Kemenprin) Republik Indonesia di Kubu Raya dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.
Harapan tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan tersebut yang digelar di Qubu Resort dan Hotel Dangau Kubu Raya, Kamis (12/5).
“Hadirnya Bimtek ini saya harapkan dapat meningkatkan skill dan kompetensi peserta yang hadir dalam kegiatan ini,” kata maman saat membuka kegiatan secara daring.
Bimtek yang bertajuk Penumbuhan dan Pengambangan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil Menengah (IKM) digelar oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA). Kegiatan diikuti 165 peserta yang berasal dari Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah.
"Dengan program ini, kita tidak hanya sekadar memberikan barang, namun soft skill, kemampuan yang kita berikan. Semakin banyak program ini Insyaallah dapat membantu meningkatkan kemampuan masyarakat," harap Maman yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kalbar ini.
Maman berharap peserta yang menghadiri Bimtek dapat meningkatkan usaha yang digeluti usai mengikuti pelatihan serta membagikan pengetahuan yang diperoleh ke masyarakat lain.
"50 persen dari mereka berhasil meningkatkan kualitas usaha kecil itu sudah luar biasa dan bersyukur. Dari 50 ini ada banyak lapangan kerja terbuka, dan inilah semangat kita, program ini menciptakan multiplayer efek di masyarakat khususnya Kalbar," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, ada sembilan jenis Bimtek yang dilaksanakan. Yakni, Kopi Barista, Pengolahan Kecap, Anyaman Daun Pandan, Pakaian Jadi, Servis AC, Servis Alat Rumah Tangga, Bengkel Las, Batik, dan Pengolahan Bahan Ikan.
Selain mendapatkan pelatihan teknis atau praktik, peserta juga akan mendapatkan sosialisasi terkait KUR (kredit usaha rakyat), tata cara pengurusan izin usaha mikro, Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), pemasaran dan teknik wirausaha lainnya.
Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia Sandang dan Kerajinan Ni Nyoman Ambareny menyampaikan, bahwa program ini merupakan program prioritas pihaknya di Kementerian Perindustrian yang juga bekerjasama dengan Komisi VII DPR RI.
“Pada tahun 2022 ini, Kementerian Perindustrian mentargetkan untuk menciptakan 4.000 wirausaha baru di Indonesia,” katanya.
Program bimtek ini sesuai dengan potensi dari daerah masing-masing, berdasarkan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Dengan demikian, ada harapan terciptanya wirausaha baru yang akan menyerap banyak tenaga kerja
Karena, kata dia, untuk menjadi pelaku usaha tidaklah mudah dan membutuhkan sejumlah dukungan lain tidak hanya sekadar soft skill. Oleh sebab itu pihaknya juga mengundang sejumlah stakeholder terkait untuk memberikan masukan kepada para peserta.
"Kamu dari pusat tidaklah bisa menjangkau seluruh Indonesia, oleh sebab itu kami dalam hal ini meminta bantuan kepada Disperindagkop setempat untuk melanjutkan pembinaan terhadap peserta, biasanya IKM itu memerlukan modal dan peralatan, jadi kami meminta bantuan dari dinas untuk pembinaan lanjutan," tutupnya. (suarapemredkalbar.com)