kabargolkar.com - Sebesar 40 persen dari total APBD Surabaya akan digunakan untuk pemberdayaan UMKM. Program membangkitkan ekonomi ala Wali Kota Eri Cahyadi itu menuai apresiasi dari Golkar dan PSI. Dua partai politik (parpol) itu sepakat mendukung kebijakan tersebut.
Dukungan itu disampaikan setelah dua parpol tersebut menggelar pertemuan Sabtu (21/5) lalu. Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni menyampaikan, Golkar dan PSI sejatinya lahir dari satu rahim yang sama. Sebab, salah satu pendiri PSI, Jevrie Geofany, adalah mantan pengurus Partai Golkar.
”Apa salahnya bersama-sama membangun energi dan mendukung kepemimpinan wali kota,” katanya.
Dua parpol itu menilai, program ekonomi pascapandemi yang dirancang Eri sudah tepat sasaran. Salah satunya kebijakan mengalokasikan 40 persen dari APBD untuk pemberdayaan UMKM di Surabaya. Sebab, pelaku usaha di tingkat bawah itu menjadi penggerak roda perekonomian. ”Karena itu, anggaran 40 persen tersebut harus dipantau dan diawasi,” jelas Fathoni.
Golkar akan membantu mengerahkan seluruh infrastruktur partai untuk menyosialisasikan program tersebut. Fathoni optimistis ekonomi masyarakat bakal kembali bergeliat dan tumbuh pasca dihantam virus korona dua tahun terakhir.
”Karena itu, saya berharap terkait pengadaan seragam yang melibatkan UMKM dilakukan secara bersih. Jangan sampai ada perusahaan besar yang bersembunyi dalam pengadaan itu,” jelasnya.
Pandemi memang memukul perekonomian Surabaya. Jumlah penduduk miskin bertambah karena diberhentikan dari pekerjaannya. Fathoni berharap kebijakan alokasi 40 persen APBD untuk UMKM mampu menurunkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Terpisah, Ketua DPD PSI Surabaya Erick Komala menuturkan, dalam pertemuan itu, PSI dan Golkar saling bertukar ide untuk membantu pemulihan ekonomi Surabaya. Menurut dia, anak muda Kota Pahlawan harus lebih banyak diberi peran untuk membantu pemkot.
”Pemuda bisa berkontribusi secara riil terhadap pemulihan ekonomi,” ucapnya.