Terpilih sebagai anggota DPR di usianya yang masih terbilang muda, pemilik gelar Master of Science (MSc) dari jurusan Teknologi Lingkungan di Imperial College London itu mengaku sempat dipandang sebelah mata.
Tak heran, bangku parlemen memang didominasi banyak sosok senior yang sudah berpengalaman di bidang politik, sehingga anak baru sepertinya kerap dianggap kurang kompeten.
“Saya pikir tantangan terbesar adalah meyakinkan mereka bahwa kita lebih dari umur kita, bahwa umur hanya angka, selebihnya kembali lagi dengan apa yang sebetulnya bisa kita perjuangkan dan bagaimana kompetensi kita,” pungkas Esti.
Namun, dirinya berhasil membuktikan kompetensinya sebagai anak muda yang bisa mewakili rakyat, baik kepada sesama anggota parlemen lainnya hingga masyarakat yang ia wakili.
Seiring berjalannya waktu, ia mengatakan rekan kerja sekaligus senior di sekelilingnya lebih bisa menilainya berdasarkan kemampuan yang memang dimilikinya.
Yang terpenting menurutnya adalah, bagaimana ia harus bisa beradaptasi dalam segala bentuk suasana, sebagaimana yang diajarkan oleh sang ayah yang disebut sebagai role model-nya.
“Dari dulu saya memang sering diajak, dilibatkan untuk melihat cara komunikasi dengan masyarakat, bahwa kita sebagai anggota DPR harus bisa beradaptasi dengan situasi yang berbeda-beda,” ujarnya lagi.
Lewat posisinya saat ini sebagai anggota DPR, Esti berharap, “Apa pun kepercayaan yang diberikan kepada saya, amanah yang diberikan kepada saya, saya masih bisa berguna untuk rakyat dan orang banyak, sehingga bisa tetap menyuarakan isu-isu yang menurut saya penting.”
Saat ditanya terkait harapannya untuk perempuan Indonesia, Esti berharap agar para perempuan bisa memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk memikirkan peran mereka dalam memajukan bangsa.
“Karena kita semua memiliki peran, bahkan ibu rumah tangga sekali pun. Jadi ayo kita pelajari apa yang sejatinya menjadi peran kita, dan melakukan itu semaksimal mungkin,” harapnya.
Esti kemudian mengatakan, ia juga ingin para perempuan bisa bekerja sama dalam merealisasikan masa depan yang lebih baik.
“Aktualisasi diri juga penting, dengan menyadari bahwa kita semua juga mempunyai kompetensi dalam berbagai macam bidang,” tutup Esti. (PARAPUAN.CO)