Kabar Golkar

Ketua MPR Sebut Konsep Gotong Royong Layak Ditawarkan RI Pada Ajang G20

Oleh · · Kabar Parlemen

Ketua MPR Sebut Konsep Gotong Royong Layak Ditawarkan RI Pada Ajang G20
Ketua MPR Sebut Konsep Gotong Royong Layak Ditawarkan RI Pada Ajang G20

kabargolkar.com - Ketua MPR, Bambang Soesatyo mendorong pemerintahan Presiden Joko Widodo memanfaatkan momentum sebagai pemimpin sekaligus tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G-20 untuk menawarkan konsep gotong royong sebagai salah satu dari nilai Pancasila kepada dunia.

Menurut Bamsoet, konsep gotong royong sangat tepat dikedepankan dalam mengatasi berbagai persoalan dunia. Misalnya terkait pandemi Covid-19, saat ini masih terjadi ketimpangan akses pasokan vaksin antara negara maju dengan negara berkembang dan negara miskin.

Bamsoet mencatat, hingga April 2022 Kanada memiliki stok vaksin setara 9,6 dosis per-orang, sedangkan di Afrika hanya tersedia 0,2 dosis per-orang. Di negara maju ketersediaan vaksin berlimpah, sementara di lebih dari 45 negara cakupan vaksin dosis pertamanya saja masih di bawah 30 persen, beberapa negara bahkan masih di bawah 10 persen.

Jika dunia mau menerapkan nilai-nilai Pancasila, maka ketimpangan itu dapat diatasi. Pada hakikatnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai universal, sehingga dapat dengan mudah diterima oleh komunitas/masyarakat global. “Inilah yang menjadikan penerapan nilai-nilai Pancasila dapat kita temukan rujukannya dalam dalam berbagai aspek dan dimensinya, termasuk dalam penyelesaian persoalan kesehatan global,” ujarnya saat menjadi narasumber Kompas TV Seminar Series-2, kerjasama Kompas TV dengan BPIP, di Menara Kompas, Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2022.

Ia memberi contoh, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab pada sila ke-2 Pancasila, dapat dirujuk untuk penyelenggaraan kerja sama kemanusiaan dalam penanganan pandemi di tingkat global. “Bantuan kemanusiaan tersebut dilandasi oleh dorongan yang tulus untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang menjadi hak bagi setiap warga dunia," ucap Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Bamsoet melanjutkan, agar nilai-nilai Pancasila bisa terus relevan dalam segala situasi, maka Pancasila harus membumi, hadir dalam tataran realita dan bukan menjadi konsep di awang-awang. Pancasila harus menjadi nyata. Pancasila tidak boleh diucapkan tanpa pemaknaan yang tulus, hanya agar terlihat nasionalis, empatis, dan populis di hadapan publik.