Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ketua MPR Sebut Konsep Gotong Royong Layak Ditawarkan RI Pada Ajang G20
  Bambang Soetiono   25 Agustus 2022

kabargolkar.com - Ketua MPR, Bambang Soesatyo mendorong pemerintahan Presiden Joko Widodo memanfaatkan momentum sebagai pemimpin sekaligus tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G-20 untuk menawarkan konsep gotong royong sebagai salah satu dari nilai Pancasila kepada dunia.

Menurut Bamsoet, konsep gotong royong sangat tepat dikedepankan dalam mengatasi berbagai persoalan dunia. Misalnya terkait pandemi Covid-19, saat ini masih terjadi ketimpangan akses pasokan vaksin antara negara maju dengan negara berkembang dan negara miskin.

Bamsoet mencatat, hingga April 2022 Kanada memiliki stok vaksin setara 9,6 dosis per-orang, sedangkan di Afrika hanya tersedia 0,2 dosis per-orang. Di negara maju ketersediaan vaksin berlimpah, sementara di lebih dari 45 negara cakupan vaksin dosis pertamanya saja masih di bawah 30 persen, beberapa negara bahkan masih di bawah 10 persen.

Jika dunia mau menerapkan nilai-nilai Pancasila, maka ketimpangan itu dapat diatasi. Pada hakikatnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai universal, sehingga dapat dengan mudah diterima oleh komunitas/masyarakat global. “Inilah yang menjadikan penerapan nilai-nilai Pancasila dapat kita temukan rujukannya dalam dalam berbagai aspek dan dimensinya, termasuk dalam penyelesaian persoalan kesehatan global,” ujarnya saat menjadi narasumber Kompas TV Seminar Series-2, kerjasama Kompas TV dengan BPIP, di Menara Kompas, Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2022.

Ia memberi contoh, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab pada sila ke-2 Pancasila, dapat dirujuk untuk penyelenggaraan kerja sama kemanusiaan dalam penanganan pandemi di tingkat global. “Bantuan kemanusiaan tersebut dilandasi oleh dorongan yang tulus untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang menjadi hak bagi setiap warga dunia," ucap Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Bamsoet melanjutkan, agar nilai-nilai Pancasila bisa terus relevan dalam segala situasi, maka Pancasila harus membumi, hadir dalam tataran realita dan bukan menjadi konsep di awang-awang. Pancasila harus menjadi nyata. Pancasila tidak boleh diucapkan tanpa pemaknaan yang tulus, hanya agar terlihat nasionalis, empatis, dan populis di hadapan publik.


"Nilai-nilai Pancasila tidak boleh hanya diekspresikan sebatas klaim kehebatan dalam ritual pernyataan dan pidato, atau diajarkan sebatas hafalan sejumlah butir moralitas semata. Melainkan harus diimplementasikan dalam sikap hidup keseharian. Toleransi dan tenggang rasa, misalnya, merupakan bagian kecil dari wujud sikap Pancasila yang harus dihadirkan dalam kehidupan keseharian setiap anak bangsa," tutur Bamsoet.

Presiden Soekarno pernah menyampaikan ideologi Pancasila saat berpidato di depan Kongres Amerika Serikat pada tahun 1956. Soekarno menerjemahkan Pancasila dengan bahasa yang sederhana, “Believe in God, humanity, nationalism, democracy, and social justice”.

Berdasarkan contoh dari Presiden Pertama itu, Bamsoet melanjutkan, maka posisi Indonesia sebagai pengampu Presidensi G20 dan pengaruh kuat di kawasan ASEAN, harus dapat dioptimalkan untuk mengemukakan nilai-nilai universalitas Pancasila dalam mengatasi ketimpangan rasio laju pertumbuhan penduduk dunia dengan penurunan daya dukung lingkungan global.

“Universalitas nilai-nilai Pancasila inilah yang harus terus menerus kita suarakan melalui berbagai forum internasional,” ucap Bamsoet.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.