Kabargolkar.com - Legislator Golkar Firman Soebagyo mendorong pemerintah segera melakukan sertifikasi internasional untuk bidan dan perawat.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini merasa prihatin, melihat para bidan dan perawat yang bekerja di luar negeri, namun digaji dengan standar tenaga imigran biasa.
"Padahal kemampuan bidan dan perawat asal Indonesia tidak kalah dengan profesi serupa dari negara lain," kata Firman dalam keterangan persnya, Selasa (4/10/2022).
Pernyataan tersebut, sebelumnya juga pernah dilontarkan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini, saat melakukan RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dalam rangka Penyusunan RUU tentang Kesehatan.
"Kita punya SDM yang tidak kalah cerdasnya, tuntutan itu yang kami minta kepada pemerintah agar diberikan sertifikat standar internasional, sehingga kalau bidan, perawat dan tenaga kesehatan kerja di luar negeri mendapatkan gaji sesuai standar internasional," ujar Firman.
Tak sampai disitu, anggota Komisi IV DPR ini mengungkapkan, di negara lain sudah memberikan apresiasi yang baik bagi profesi bidan dan perawat.
Namun sayangnya, menurut Waketum Partai Golkar ini, di Indonesia belum melakukan hal tersebut.
"Waktu itu kami berkunjung ke Saudi Arabiah, itu banyak yang mereka profesinya sebagai bidan dan perawat tetapi gajinya masih standar TKW, ini memprihatinkan. Di Filipina itu gajinya standar internasional sebagai perawat," ucap Firman.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi Baleg yang menginisiasi untuk menyempurnakan RUU tentang Kesehatan.
Menurutnya undang-undang tersebut masih perlu penyempurnaan. Firman menyarankan agar IBI, PPNI, IAKMI dan IAI membentuk tim untuk memberikan masukan kepada Baleg dalam penyempurnaan undang-undang tersebut.
"Memang DPR punya kewenangan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap rancangan undang-undang. RUU tentang Kesehatan memang perlu dilakukan evaluasi menyeluruh," tutup Firman.