Dari perspektif ekonomi domestik, gelaran G20 juga memberi kontribusi signifikan terhadap PDB yang nilainya Rp.7,4 triliun. Forum ini juga mendorong konsumsi domestik sampai Rp.1,7 triliun, dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja karena terbukanya ratusan lapangan pekerjaan baru, serta mendorong investasi untuk UMKM.
Mukhtarudin mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 diproyeksikan maksimal 2,7 persen, lebih rendah dari tahun 2022 yang 3,2 persen.
“Tentu saja pencapaian Indonesia sepanjang 2022 patut disyukuri oleh semua elemen masyarakat. Sikap bersyukur itu setidaknya sudah tercermin pada tingginya tingkat kepuasan masyarakat atas kerja pemerintah,” ungkap Mukhtarudin.
Kendati demikian, agar pertumbuhan ekonomi yang impresif itu tetap terjaga, Mukhtarudin mendorong segenap elemen masyarakat selalu menjaga kondusifitas dalam kehidupan berbangsa-bernegara.
“Kondisi perekonomian yang relatif stabil pada tahun 2022 menjadi modal penting untuk menyongsong tahun 2023 yang sarat tantangan itu,” pungkas Mukhtarudin.
*Mempercepat Transformasi Struktural*
Diketahui, tantangan yang disebutkan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita yakni pertama masalah sumber daya manusia atau SDM yang belum kompeten. Padahal setiap tahun Indonesia membutuhkan setidaknya 600 ribu tenaga kerja baru untuk industri sektor manufaktur termasuk di dalamnya untuk hilirisasi.
Tantangan kedua, Indonesia juga masih menghadapi tantangan soal perluasan kerja sama internasional untuk membuka pasar ekspor baru.
Namun saat ini, Agus Gumiwang mengatakan Indonesia sedang membidik dua target besar yaitu Eropa dan Afrika. Dia mengatakan Eropa akan lebih mudah menjadi tujuan pengiriman barang Indonesia karena termasuk pasar yang besar.
“Sedangkan Afrika, termasuk negara-negara non traditional marketing yang harus digali,” kata Agus.
Kemudian tantangan ketiga, yakni mengenai insentif. “Insentif harus investor friendly dan harus market friendly. Kita masih perlu benchmarking dari negara-negara lain, khususnya negara competitor,” kata Agus.
Selanjutnya tantangan keempat, yakni tantangan yang berasal dari international trade dan diplomasi. Agus Gumiwang memberi contoh ihwal perkara nikel yang kalah dalam gugatan World Trade Organization atau WTO. Namun, dia menegaskan bahwa pemerintah mengajukan banding dan hilirisasi nikel tidak akan berhenti.
“Kita akan tetap jalan sebagai negara berdaulat,” ucap Agus Gumiwang.
Menperin mengatakan bahwa saat ini Kementerian Perindustrian sedang fokus pada tiga sektor hilirisasi industri manufaktur. Ketiga fokus tersebut, yakni sektor agro industri, sektor bahan tambang dan mineral, serta sektor yang berbasis migas dan batu bara.
Agus pun menyebut kontribusi sektor industri manufaktur terhadap PDB nasional terus meningkat. Nilai ekspor manufaktur tercatat mencapai 70,81 persen dari nilai ekspor nasional secara keseluruhan.
Agus juga menegaskan transformasi struktural menjadi penting terus dilakukan di tahun 2023 mendatang.
“Transformasi struktural ini berkaitan dengan cara kita agar semua kebijakan mengarah pada penciptaan nilai tambah di Indonesia. Oleh sebab itu kebijakan yang secara konsisten terus menerus didorong Presiden Jokowi adalah hilirisasi,” kata Agus Gumiwang dalam Outlook Ekonomi Indonesia 2023 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu, 21 Desember 2022, lalu. (lintasparlemen.com)