Kabargolkar.com - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Christina Aryani menanggapi kegelisahan Presiden Jokowi soal masih banyak produk impor membanjiri Indonesia, termasuk di kebutuhan pertahanan.
Bahkan, Jokowi mengaku dibisiki oleh Menko Marves Luhut Panjaitan bahwa penyedia produk militer selama bertahun-tahun produsennya masih sama.
Dia menilai, arahan Presiden Jokowi yang mengingatkan kembali TNI terkait belanja produk pertahanan dalam negeri sudah sangat tepat.
"Tentu Presiden mendapatkan informasi bahwa belanja ini dilakukan terhadap barang yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri namun sayangnya masih saja diimpor," kata Christina saat dihubungi, Rabu (15/3).
Christina menjelaskan, Indonesia sudah terbukti mampu memproduksi peralatan TNI dengan kualitas baik yang juga sudah diekspor.
"Imbauan ini harus ditangkap sebagai sinyal kuat Presiden serius dan detail memastikan produk dalam negeri harus menjadi prioritas,"
- Christina Aryani.
"Beda halnya alutsista yang belum semuanya bisa kita produksi sendiri," lanjut dia.
Selain keberpihakan pada industri dalam negeri, Christina melanjutkan, multiplier effect yang bisa ditimbulkan dari pembelian itu juga akan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Sehingga sudah selayaknya didorong," tandas dia.
Pagi tadi, Presiden Jokowi kembali bicara soal penting belanja produk dalam negeri daripada impor. Salah satu yang disorot Jokowi adalah impor kebutuhan aparat di dalam negeri.
Bahkan, Jokowi diberi tahu Menko Marves Luhut Pandjaitan bahwa penyedia produk militer itu masih dari produsen yang sama selama bertahun-tahun.
"Saya dapat cerita, dibisiki Pak Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan. 'Pak Presiden, saya sejak jadi tentara sampai pensiun dan sekarang jadi menteri, penyedia barangnya kok masih sama?' Mestinya semakin banyak penyedia akan semakin baik karena harganya pasti akan kompetitif," kata Jokowi usai membuka Business Matching: Belanja Produk Dalam Negeri di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/3).
(kumparan.com)