“Bahaya yang bisa timbul jika mengonsumsi pangan tercemar methanil yellow adalah mual dan muntah, diare, tekanan darah rendah, serta gangguan pada jaringan hati, kandung kemih, saluran pencernaan, juga pada jaringan kulit. Selain itu, jika methanil yellow terkena mata, bisa membuat gangguan penglihatan, dan jika terhirup bisa menimbulkan iritasi saluran pernapasan,” jelas Rizqie.
Kemudian zat berbahaya lainnya adalah pewarna sintetis Rhodamin B yang biasanya digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas ini kerap kali disalahgunakan sebagai pewarna pangan. Rhodamin B berbentuk serbuk kristal dan berwarna hijau atau ungu kemerahan. Dalam larutan, rhodamin b akan berwarna merah terang berpendar.
“Pengonsumsian pangan yang terpapar rhodamin b dalam jangka waktu yang panjang bisa menumpuk dan menyebabkan pembesaran hati dan ginjal, gangguan fisiologis tubuh, serta iritasi paru-paru, mata, tenggorokan, hidung, dan usus. Rhodamin b juga termasuk karsinogen, yakni zat penyebab kanker,” kata Rizqie.
Rizqie berharap seluruh pemaparan yang disampaikan dalam sosialisasi ini memberikan wawasan dan pemahaman kepada masyarakat terkait cara memilih bahan makanan yang menyehatkan dan layak konsumsi. “Dengan demikian adanya sosialisasi ini bisa dirasakan manfaatnya bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (MEDIAPATRIOT.CO.ID)