Kabargolkar.com - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengajak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Malang, menggelar edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Kepada, Masyarakat di Kampung Nelayan Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Sekjen DEPINAS SOKSI ini mengatakan, Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara Indonesia. Karena, Rupiah merupakan alat tukar satu-satunya yang disahkan pemerintah.
“Saya datang ke Lekok, dalam rangka mengajak Bank Indonesia untuk sosialisasi tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Rupiah adalah simbol kedaulatan negara, dimana Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah dan satu-satunya di Indonesia," kata Misbakhun dalam keterangan persnya, Senin (29/5/2023).
Kemudian, Misbakhun mengungkapkan, sebagai wakil rakyat dari Pasuruan dan Probolinggo sudah menjadi kewajiban mengajak mitra kerjanya di Komisi XI untuk diajak dan dikenalkan kepada masyarakat di daerah pemilihannya.
Menurutnya, tugas dan fungsi BI yang luar biasa harus disampaikan kepada masyarakat luas. Agar, tidak terjadi salah paham antara keberadaan BI sebagai Bank Sentral dengan Bank-Bank konvensional lainnya.
“Sebagai wakil rakyat, berkewajiban untuk mengajak mitra saya dan mensosialisasikan secara kelembagaan tentang tugas, tanggung jawab dan wewenang Bank Indonesia sebagai Bank Sentralnya Republik Indonesia. BI ini mempunyai tugas yang sangat luar biasa dalam menjalankan fungsi ke-Bank Sentral-annya, yakni selain menyediakan alat pembayaran BI juga mencetak dan mengedarkan uang rupiah hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.” tutup politikus Golkar Dapil Pasuruan dan Probolinggo ini.
Dalam acara tersebut hadir pula Ahmad Solah selaku tokoh Masyarakat Lekok sekaligus Kepala Sekolah dari SMA Bumi Darun Najah. Ia menyampaikan terima kasih kepada Misbakhun atas kehadirannya di Lekok bersama Bank Indonesia.
Menurutnya, masyarakat sangat menyambut positif edukasi tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah ini, edukasi tentang rupiah sangat perlu diberikan kepada masyarakat luas.
“Terima kasih kepada Bapak Misbakhun dan Bank Indonesia, edukasi tentang cinta rupiah seperti ini memang perlu diberikan kepada masyarakat sehingga BI bukan hanya dikenal masyarakat sebagai mencetak uang, tetapi juga masuk ke hatinya masyarakat dan dicintai masyarakat indonesia," tutup Ahmad Solah.