Kabargolkar.com - Sekjen DEPINAS SOKSI Mukhamad Misbakhun menegaskan, ekonomi syariah Indonesia terus mengalami pertumbuhan secara signifikan di tahun 2019 lalu.
Saking signifikannya, anggota DPR RI Fraksi Golkar ini mengatakan, ekonomi syariah Indonesia saat ini menduduki peringkat 10 dunia di tahun 2019.
Tak sampai disitu, anggota Komisi XI DPR ini membeberkan fakta, pada tahun 2020 ekonomi syariah Indonesia naik menjadi peringkat ke 5 dunia.
Bahkan di tahun 2022 ini, pria yang hobi bersepeda itu menyebut, ekonomi syariah Indonesia bergerak lebih dua kali lipat lebih cepat dan menjadi peringkat ke 4.
“ Ini kan menunjukkan betapa Indonesia ini menjadi pemain sebagai players ekonomi syariah yang sangat besar di dunia dan ini menunjukkan kenaikan yang lebih signifikan,” kata Misbakhun dalam keterangan persnya secara virtual, Selasa (22/3/2022).
Misbakhun lantas mengutip data dari Global Islamic Economy Indicator Report, yang memperkirakan nilai aset keuangan syariah meningkat 13,9 persen pada 2019, dari US$2,52 triliun menjadi Rp2,88 triliun yang naik secara signifikan.
“ Di tahun 2021 meningkatkan lagi y-on-y berkonsep syariah apalagi kemrin pemerintah selesai melakukan upaya menjadikan satu bank syariah menjadi bank syariah Indonesia. Sudah tidak ada lagi bank syariah mandiri, BTN, dan yang lainnya semua menjadi satu, ini kalau menurut saya lompatan ini akan menjadi camping yang jauh apabila pemerintah mau menjadikan BSI ini bank syariah ini murni BUMN,” jelasnya.
Menurutnya, Indonesia harus menjadi yang terbaik, bila bisa dikombinasikan dan dipadukan tanpa adanya keraguan.
Juga pada Bank Indonesia (BI) merupakan salah satu lembaga negara untuk keberpihakannya terhadap ekonomi syariah di sektor rill, nyata dan keberlanjutan.
“Ini terstruktur karena apa di dalam struktur Bank Indonesia ada struktur jabatan ekonomi syariah, direktur eksekutif dan ekonomi syariah dan mereka melakukan langkah-langkah yang nyata dalam pengambilan kebijakan policy, dalam realisasi kebijakan yang menopang bagaimana ekonomi syariah itu bisa tumbuh dengan baik dan Indonesia memiliki potensi yang besar,” tutupnya.