Di sela peninjauan tersebut, Hotman P Hutasoit mengungkapkan, banjir yang terjadi di kawasan Sungai Pelunggut pinggiran Kota Batam ini melanda ratusan rumah, di 3 RW dan 18 RT se-Kelurahan Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.
Menurut Hotman, apabila hari hujan, warga yang sedang bekerja mencari nafkah merasa was-was, sangat khawatir. Karena rumah tempat tinggal mereka dilanda banjir.
“Masalah banjir ini terjadi sejak dulu. Sudah ke mana-mana kami mengadu Bu (Cen Sui Lan). Ke Pemprov Kepri sudah. Ke Pemko Batam sudah. Pun tak ada penyelesaiannya. Cuma janji kosong aja. Tolonglah kami Bu. Bantu kami. Kepada Ibu Cen lah harapan kami,” lirihnya.
Mendengar curhat dan kegelisahan serta pengharapan dari warga 3 RW dan 18 RT tersebut, Cen Sui Lan kepada para Ketua RW dan RT tersebut serta korlap-korlap Cen Sui Lan se-Kecamatan Sagulung, meminta agar foto-foto dan video segera dikirimkan ke Irwansyah selaku koordinator Relawan Cen Sui Lan Kota Batam. Sekaligus titik-titik koordinat kawasan banjir di wilayah Sagulung, Kota Batam tersebut.
“Sekarang, usulan untuk penanggulangan banjir di Sungai Pelunggut, Sagulung, Kota Batam itu sudah saya sampaikan kepada Pak Dirjen SDA Kementerian PUPR. Semoga tahun anggaran 2024 nanti, sudah dibangun,” ucap Cen Sui Lan.
Selain persoalan penanggulangan banjir di Jalan Sri Katon Tanjungpinang dan Sungai Pelunggut Kota Batam, Cen Sui Lan juga menyampaikan kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR tentang bendungan di daerah Kepulauan Anambas yang tak diperbaiki.
“Di Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas, ada 2 bendungan. Sudah 20 tahun tidak diperbaiki. Tahun anggaran 2023 ini saya minta diperbaiki, karena tidak bisa dipergunakan. Dananya dari sisa anggaran 2023, untuk perbaikan. Kemudian, tahun 2024 nanti, direhab total. Tolong tim survei dari Ditjen SDA meninjau ke Anambas,” pinta Cen Sui Lan kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR.
“Tiket pesawat Natuna mahal sekali. Kalau mereka mau ke Jakarta pulang pergi Rp8 juta. Sama halnya kita mau ke Papua, sangatlah tidak masuk akal. Tiket pesawat dari Natuna – Batam dengan harga Rp2,5 juta,” ujar Cen Sui Lan miris.
“Mohon Bu Dirjen tindak lanjuti, karena ini sudah berkali-kali saya sampaikan. Namun belum ada tindak lanjutnya. Bagaimana kita mau menggaungkan dan mengembangkan perekonomian daerah, kalau transportasi masyarakat sangatlah memberatkan dan mahal,” ucap Cen Sui Lan peraih penghargaan Golkar Media Awards 2023 Kategori Konten Terbaik ini.
Sebagaimana diketahui, saat ini naik pesawat bukan hal mewah tetapi kebutuhan. Apalagi, bagi masyarakat di Natuna daerah perbatasan Indonesia, penerbangan di Natuna itu, kata Cen Sui Lan, sangat diperlukan dikarenakan kalau akses laut bisa ber jam–jam dan bisa satu hari di laut. Sehingga, sangat tidak efisien dan waktu habis terbuang di perjalanan, apabila menggunakan transportasi laut.
“Tolong diprioritaskan Bu Dirjen, kalau perlu sama-sama kita ke Natuna untuk mengetahui kondisi langsung bagaimana masyarakat, merasakan akses transportasi yang mahal tersebut, saya undang ibu,” ujar Cen Sui Lan menunjukkan keberpihakannya pada daerah pemilihan Kepri, yang mengusungnya ke Senayan. (metrobatam.com)