kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih (Demer) merasa terkesan akan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yakni, terkait RAPBN 2024 untuk masa depan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Demer berharap, pemerintah memperbanyak industri-industri hilirisasi di Indonesia untuk menyerap maksimal sumber daya alam (SDA). Terlebih, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berlimpah.
"Pidato presiden itu paling pokok ke depan yang kita lihat tentang bangsa ini, yang mempunyai banyak sekali SDA. SDA ini perlu adanya hilirisasi, dengan adanya hilirisasi, berarti sumber daya alam termanfaatkan dengan baik, kemudian SDM terserap," kata Demer kepada RRI.co.id saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).
Dengan adanya hilirisasi itu, Demer semakin yakin, program mensejahterakan masyarakat semakin cepat terwujud. Karena, Indonesia diramalkan menjadi negara lima besar dunia pada 2030.
"Kita menjadi negara, yang diramalkan menjadi lima besar dunia pada 2030. Mudah-mudahan ini segera tercapai, sumber daya manusia sejahtera," ucap Demer.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan mengingatkan, pemerintah berkomitmen meningkatkan penyerapan APBN agar lebih berkualitas. DPR menilai, belanja negara yang berkualitas akan mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.
Pernyataan tegas tersebut, diungkapkan Puan, seusai menerima Pengantar RUU APBN 2024 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Saat ini, belanja negara masih perlu ditingkatkan kualitas dan efektivitasnya," kata Puan saat menyampaikan pidato pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2023-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).
Tidak lupa, Ketua DPP PDIP ini mengingatkan, pemerintah juga fokus dalam arah kebijakan fiskal. Semua itu, demi menciptakan landasan pembangunan yang kokoh bagi periode pembangunan selanjutnya.
"Pemerintah harus menjaga kemampuan fiskal untuk dapat menjalankan Agenda pembangunan nasional, pelayanan umum pemerintahan, dan program strategis nasional. Di tengah, perekonomian global yang belum kondusif," ucap Puan.