"Semoga Pa Ace tetap konsisten di Jalan Tengah ini. Harus hati-hati juga, karena musuh-musuh politiknya bisa saja memfitnahnya, hanya karena baik bacaan alquran-nya, diterima di pesantren, disukai para kyai, lalu dicap radikal," ujarnya.
Jadi, sekali lagi, jika Ace tak setuju penayangan film "His Only Son" ditonton anak-anak peserta didik yang beragama Islam itu semata didasari keinginan agar akidah Islam umat tak terganggu, serta mencegah ketegangan yang mungkin terjadi. Salah besar jika itu diartikan bentuk ekstrimisme Islam. (bandungraya.news.id)