Melenggang ke Senayan, Erwin Aksa Kalahkan Suara Ahmad Sahroni dan Pasha Ungu di Dapil Jakarta 3
Oleh Irman · · Kabar Parlemen
Ayahnya juga meminta Erwin Aksa untuk menjadi pengurus organisasi olah raga.
Erwin pernah menjadi manajer klub sepak bola Makassar (PSM), di mana pada masa kepemimpinannya klub PSM memiliki beberapa prestasi di dunia sepak bola Indonesia antara lain:
2002 - Semifinal,
2003 - Runner Up,
2004 - Runner Up,
2005 - 8 Besar (Peringkat ke-3),
2006 - 8 Besar (Peringkat ke-4) [g].
Kehadiran Erwin Aksa ibarat oase di tengah padang gurun.
Masalah gaji dan setumpuk masalah lain kini mendera klub.
Track record Erwin Aksa tidak meragukan lagi, pemain seperti Christian Gonzales, Ronald Fagundez, Oscar Aravena, Ponaryo Astaman, Charis Julianto adalah segelintir bintang yang dia daratakan di Mattoanging.
Selain itu Erwin Aksa (EA) pernah menjadi Ketua Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Sulawesi Selatan (2003-2008).
Setelah puluhan tahun Bosowa Group dipimpin oleh ayahnya (Aksa Mahmud), pada 2006 Erwin ditunjuk menjadi direktur Utama Bosowa Group.
Erwin pun tancap gas mengembangkang Bosowa.
Kini ia menjabat sebagai Komisaris Utama Bosowa Group.
Bosowa Group sendiri telah memiliki 10 unit bisnis, yakni otomotif, semen, logistik dan transportasi, pertambangan, properti, jasa keuangan, infrastruktur, energi, media, dan multibisnis [10].
Pertumbuhan bisnis grup Bosowa yang melesat cepat beberapa waktu terakhir ini tak bisa dilepaskan dari nama Erwin Aksa (35).
Chief Executive Officer (CEO) muda ini berhasil membawa perusahaan yang didirikan oleh ayahnya, Aksa Mahmud, empat dekade lalu dengan gemilang di bawah kepemimpinannya.
Jelas, untuk meneruskan dan mengembangkan sebuah usaha keluarga yang sudah memiliki sistem yang mapan sebelumnya, bukanlah hal yang mudah.
Namun dengan pengetahuan dan kerendahan hatinya, Erwin berhasil membawa bahtera bisnis keluarga yang berbasis di daerah Sulawesi Selatan itu menuju level nasional.
Erwin yang mendapat kepercayaan memegang penuh kepemimpinan grup Bosowa (Bosowa Corporation) tahun 2004, mampu meningkatkan asset grup dari 3 trilyun menjadi 6 trilyun dalam waktu empat tahun.
Tag: Senayan, ErwinAksa, Jakarta3