Mukhtarudin meminta pemerintah untuk menyiapkan strategi mitigasi, termasuk skema insentif bagi investor agar proyek tetap kompetitif.
Selain itu, dirinya mendorong sinergi antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan pelaku industri untuk memastikan rantai pasok gas dari lapangan AKM ke FLNG berjalan lancar.
"Komisi XII akan terus mengawal proyek ini, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra pemerintah untuk memastikan FLNG Kasuri menjadi legacy bagi generasi mendatang," pungkas Mukhtarudin.
Diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan berdasarkan laporan manajemen Genting Oil Kasuri, progres pembangunan fasilitas FLNG tersebut sudah mencapai 53 persen dan pihaknya akan mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan pengerjaan FLNG tersebut.
"Itu floating LNG terbesar di Indonesia dan menurut laporan mereka, (akan menjadi terbesar) kesembilan di dunia. Tapi, itu akan kita validasi progresnya," kata Bahlil usai meninjau dua perusahaan gas, yakni Genting Oil Kasuri dan LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.
Ketum Golkar ini bilang pihaknya akan mengirim tim untuk melakukan kunjungan ke fasilitas LNG, yang sedang dibangun di China tersebut.
Pada Juni 2024, Genting Group melalui anak perusahaannya, PT Layar Nusantara Gas menandatangani perjanjian dengan Wison New Energies untuk pembelian FLNG dengan kapasitas 1,2 juta metrik ton per tahun (mtpa) senilai 962,8 juta dolar AS.
"Nantinya, FLNG tersebut akan mendapatkan pasokan gas dari proyek Asap Kido Merah (AKM) milik Genting Oil Kasuri yang diproyeksikan memproduksi gas sebesar 330 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) mulai 2027," pungkas Bahlil Lahadalia.