KLB Campak di Sumenep, Yahya Zaini; Perlu Evaluasi Sistem Imunisasi Hingga Pendekatan Bagi yang Resisten
Oleh Rudy · · Kabar Parlemen
“Juga perlu dibarengi dengan strategi komunikasi publik dan pendekatan yang berbasis budaya lokal, terutama di daerah dengan resistensi masyarakat akibat mitos atau ketakutan terhadap imunisasi," sambungnya.
Lebih lanjut, Yahya juga mengingatkan agar capaian imunisasi dasar di daerah seperti Sumenep harus sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 yang menetapkan cakupan 95 persen. Menurut Yahya, kegagalan mencapai target ini harus menjadi bahan audit nasional, bukan sekadar evaluasi administratif.
"Campak memiliki angka reproduksi (R0) yang sangat tinggi, sehingga keterlambatan vaksinasi berisiko memicu ledakan kasus di wilayah lain," lanjutnya.
Oleh karena itu, Yahya mendorong Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah untuk melakukan audit imunisasi nasional secara terbuka, memperkuat jejaring data kesehatan, serta memastikan keberlanjutan vaksinasi tidak berhenti pada program darurat.
“Setiap anak Indonesia berhak atas perlindungan kesehatan yang setara, tanpa terkecuali," tegasnya.
"KLB campak di Sumenep adalah peringatan keras bagi kita semua agar sistem pencegahan menjadi prioritas utama. Negara tidak boleh menunggu wabah meluas dan korban jatuh, baru kemudian bertindak,” pungkas Yahya Zaini.
Tag: Sumenep, Campak, Kesehatan, Komisi9, YahyaZaini, Golkar