Selain bantuan berupa sembako, ia juga menyediakan layanan kesehatan gratis, yang meliputi pemeriksaan kesehatan serta pemberian obat-obatan. Layanan ini didukung oleh tim medis gabungan dari Brimob Batalyon C, unsur TNI, serta tenaga medis Rumah Sakit Gayo Lues yang dikoordinir langsung oleh Amponbang.
Masyarakat, khususnya di Kecamatan Pining, tampak sangat antusias manfaatkan layanan kesehatan tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan sembako serta pengobatan gratis yang diberikan.
Amponbang menyebutkan bahwa sekitar 70 persen infrastruktur jalan mengalami kerusakan parah, terutama jalur yang menghubungkan Kecamatan Pining dengan Blangkejeren, ibu kota Kabupaten Gayo Lues. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat mengalami isolasi dan kesulitan distribusi logistik.
“Ini masalah paling berat yang dirasakan masyarakat. Banyak warga terisolir dan sangat membutuhkan beras, apalagi saat ini belum memasuki masa panen,” ungkapnya.
Amponbang juga berharap agar pemerintah pusat turut campur tangan dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak. Menurutnya, penanganan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten karena dampak yang sangat luas.
“Saya melihat langsung bagaimana masyarakat harus membawa beras berkarung-karung dengan berjalan kaki berjam-jam. Jalur satu-satunya yang masih terbuka hanya melalui Aceh Barat Daya, sementara akses ke Aceh Tengah dan Aceh Tenggara terputus,” jelasnya.
Bahkan, Amponbang harus berjalan kaki selama sekitar 10 jam menuju Gampong Pertik akibat jembatan putus dan longsor yang menutup akses jalan.
Selama empat hari berada di Gayo Lues, Amponbang mengunjungi sejumlah daerah terisolir, di antaranya Gampong Pertik dan beberapa gampong lain di Kecamatan Pining, serta Gampong Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya. Dalam kunjungan tersebut, ia juga didampingi oleh H. Said Sani, mantan Wakil Bupati Gayo Lues.