Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Doni Akbar: Pertumbuhan Industri Batang Harus Berdampak bagi Warga Lokal
  Muzaki   24 Mei 2026
Anggota Komisi VI DPR RI Doni Akbar dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, (22/5). Foto: dpr.go.id

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, meminta Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) untuk lebih mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal, terutama masyarakat asli Kabupaten Batang. Ia menilai keberadaan kawasan industri harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran.

Pernyataan tersebut disampaikan Doni usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang atau Grand Batang City, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/5/26). Agenda kunjungan mengusung tema “Peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Pembahasan Rencana Konsolidasi BUMN Kawasan Industri.”

Doni menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang yang mencapai 7,7 persen atau berada di atas rata-rata kabupaten lain di Jawa Tengah. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan perkembangan kawasan industri yang cukup positif dan harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.

“Pertumbuhan Batang ini 7,7 persen, di atas rata-rata seluruh Kabupaten di Jawa Tengah. Makanya saya minta supaya kawasan industri ini memprioritaskan tenaga kerja, khususnya warga Batang asli,” kata Doni saat wawancara dengan wartawan.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X itu menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja nonkeahlian atau unskilled labor seharusnya lebih dahulu dipenuhi oleh masyarakat lokal. Dengan target penyerapan tenaga kerja yang mencapai ratusan ribu orang, ia menilai KITB dapat membantu pemerintah mengurangi beban penyediaan lapangan pekerjaan.

“Target mereka sampai 280 ribu tenaga kerja. Itu sudah hampir sepertiga warga Batang sendiri. Artinya sudah sangat membantu mengurangi beban negara,” lanjut Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Selain itu, Doni meminta manajemen KITB menyusun pola rekrutmen tenaga kerja secara bertahap dengan mengedepankan masyarakat Batang sebagai prioritas utama. Setelah kebutuhan tenaga kerja lokal terpenuhi, barulah kesempatan dapat diperluas ke daerah sekitar seperti Pekalongan, Pemalang, dan Tegal.

“Saya fokuskan kepada Direktur KITB supaya ke depan tetap memprioritaskan warga Batang. Setelah itu baru kabupaten sekitar seperti Pekalongan, Pemalang, dan Tegal. Kalau memang masih membutuhkan, baru boleh mencari dari luar daerah, kecuali untuk tenaga kerja dengan keahlian khusus,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara kawasan industri dengan perguruan tinggi maupun sekolah vokasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Menurut Doni, pelatihan dan pendidikan vokasi penting agar masyarakat Batang memiliki kesiapan memasuki dunia industri.

“Saya minta juga dibuat kerja sama dengan perguruan tinggi atau sekolah supaya tenaga kerja Batang yang belum siap bisa diberikan pelatihan terlebih dahulu. Dengan begitu, ke depannya mereka siap untuk bekerja di KITB,” pungkasnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.