Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Lamhot Sinaga Ajak Masyarakat Silaen Kembangkan Potensi Lokal Jadi Peluang Usaha
  Muzaki   28 Oktober 2026
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Aktivasi Desa Kreatif Melalui Pengembangan Ruang Kreatif di Desa Silaen, Toba, (26/10). Foto: tvrinews.com
class="p1">Selain menghasilkan kain untuk kebutuhan adat, para perajin juga dapat mengembangkan berbagai produk turunan, seperti tas, dompet, aksesori, dekorasi rumah, suvenir, hingga busana kontemporer. Diversifikasi produk ini diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus menciptakan peluang kolaborasi antara penenun, desainer, penjahit, dan pelaku UMKM.

Dengan terbentuknya rantai produksi yang lebih luas, manfaat ekonomi diharapkan tidak hanya dinikmati oleh penenun, tetapi juga oleh berbagai pihak yang terlibat dalam proses pengolahan hingga pemasaran produk.

“Kalau ekosistemnya dibangun dengan baik, manfaat ekonomi ulos tidak hanya dirasakan penenun. Ada banyak pekerjaan lain yang bisa tumbuh di sekitarnya. Inilah yang kita harapkan dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah,” ujarnya.

Perluas Pemasaran dan Integrasikan dengan Pariwisata Danau Toba

Selain meningkatkan kualitas produk, Lamhot mendorong pemanfaatan berbagai saluran pemasaran untuk memperluas jangkauan ulos. Pemasaran melalui platform digital, penyediaan katalog produk, keikutsertaan dalam pameran, serta kerja sama dengan pusat oleh-oleh dan pelaku industri pariwisata dinilai dapat membuka akses menuju pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Ia juga menekankan pentingnya membangun rantai nilai yang adil bagi para perajin. Dengan posisi tawar yang lebih baik, penenun diharapkan dapat memperoleh pendapatan yang layak dan berperan lebih besar dalam menentukan harga produk yang mereka hasilkan.

Di sisi lain, pengembangan ulos dinilai dapat disinergikan dengan potensi pariwisata kawasan Danau Toba. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal kekayaan budaya Batak melalui pengalaman melihat proses menenun, memahami filosofi motif ulos, hingga berinteraksi langsung dengan para perajin.

Dalam skema tersebut, desa kreatif dapat dikembangkan sebagai ruang yang memadukan aktivitas produksi, pameran karya, lokakarya, dan pemasaran produk lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu memperpanjang manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan bagi masyarakat setempat.

Lamhot juga mengajak masyarakat Silaen untuk menggali potensi lain yang sesuai dengan karakter daerah, seperti kuliner khas, produk olahan pertanian, kerajinan, seni pertunjukan, serta berbagai jasa kreatif. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui inovasi desain, konsistensi kualitas, kemasan yang menarik, penetapan harga yang tepat, dan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Mereka diharapkan mampu memadukan pengetahuan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dengan keterampilan modern, mulai dari desain, fotografi produk, teknologi informasi, pemasaran digital, hingga pengelolaan usaha.

“Potensi daerah harus dikelola dengan cara-cara yang relevan dengan perkembangan zaman. Tradisi tetap kita jaga, tetapi cara memasarkan dan mengembangkan produknya harus terus berinovasi. Dengan begitu, budaya tidak hanya bertahan, melainkan juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Lamhot berharap kegiatan Aktivasi Desa Kreatif Melalui Pengembangan Ruang Kreatif di Desa Silaen menjadi awal bagi terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Keberhasilan program tersebut, menurutnya, perlu diukur melalui pertumbuhan usaha baru, peningkatan pendapatan pelaku kreatif, terbukanya lapangan kerja, serta semakin luasnya pemasaran produk unggulan desa.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, ia mendorong pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas kreatif, lembaga pendidikan, pelaku industri, dan sektor swasta memperkuat kolaborasi. Bentuk dukungan yang diperlukan antara lain pendampingan usaha, peningkatan keterampilan, promosi produk, akses pembiayaan, dan perluasan jaringan pemasaran.

“Harapan kita, Silaen mampu mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi kekuatan ekonomi baru. Kita ingin masyarakat semakin produktif,

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.