Konsultasi ke KemESDM, Legislator Golkar DPRD Kalsel Sebut Perbaikan Jembatan Rumpiang Segera Berjalan
Oleh Bambang Soetiono · · Kabar Parlemen
kabargolkar.com, BANJARMASIN - Setelah sempat tertunda karena rusak, pembangunan fender Jembatan Rumpiang di Kabupaten Barito Kuala (Batola) dapat dipastikan akan dimulai Tahun 2020 ini.
Komisi III DPRD Provinsi Kalsel yang membidangi pembangunan dan infrastruktur memberikan kepastian tersebut didapatkan setelah Rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kalsel berkonsultasi ke Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta. Kegiatan tersebut digelar minggu kedua Januari 2020 lalu.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H Sahrujani menjelaskan hasil ertemuan tersebut. Menurut hasil pertemuan antara kedua pihak tersebut, Sahrujani mengatakan pembangunan jembatan Rumpiang akan kembali berlanjut.
Sebelumnya, fender Jembatan Rumpiang sempat rusak dan tertunda pembangunannya akibat tertabrak kapal pengangkut batubara. Pertemuan tersebut menyinggung bahwa kerusakan akan ditanggung pihak asuransi.
Politisi Partai Golkar Kalsel mengatakan bahwa upaya untuk mendapatkan bantuan komunikasi dari Kementrian ESDM telah dilakukan sebelumnya. Terutama terkait kepastian klaim asuransi Jembatan Rumpiang, menurut Sahrujani, karena pihak Kementerian ESDM adalah pihak yang mengeluarkan izin operasional perusahaan pertambangan pemilik kapal pada insiden tertabraknya kapal tersebut dan menjadi penyebab kerusakan fender Jembatan Rumpiang di salah satu sisi Jembatan pada September 2019 lalu.
Proses Klaim Dijadwalkan Selesai Januari
Lebih lanjut, walau ada kepastian tentang besaran klaim dari pihak asuransi, Sahrujani mengatakan bahwa proses klaim dijadwalkan tuntas pada Januari 2020 ini.
Perkirakan dana pembangunan fender Jembatan Rumpiang kurang lebih 6 hingga 7 miliar Rupiah. "Dilihat dari biaya angka membangunnya sekitar Rp 6 miliar sampai Rp 7 miliar," ujarnya, Senin (13/1/2020).
Pencegahan Agar Insiden Jembatan Rumpiang Tak Berulang
Sebagai informasi, Jembatan Rumpiang merupakan urat nadi transportasi yang melintasi Sungai Barito. Sementara, sungai tersebut memang kawasan yang ramai serta menjadi jalur rutin lalu-lalang angkutan batubara di Kalsel.