Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Evaluasi 3 Bulan DPR RI, INSIS: Komunikasi Golkar dan Dua Partai Lainnya Paling Efektif
  Nyoman Suardhika   03 Februari 2020
Partai Golkar mampu memanfaatkan setiap isu yang muncul untuk dikomentari oleh para politikusnya. (Photo/KoranIndonesia)

Kabargolkar.com - Komunikasi politik menjadi satu di antara parameter kinerja partai politik
di parlemen. PKS, Golkar, dan PKB menjadi tiga partai yang dinilai paling efektif selama masa sidang pertama sejak Oktober hingga Desember 2019.


Hasil kajian riset data media monitoring Institut Riset Indonesia (INSIS) menunjukkan, PKS menjadi partai politik yang paling maksimal dalam menggerakkan politisinya untuk berkomentar di media massa. Sedangkan Partai Golkar menjelma menjadi partai politik yang mampu memanfaatkan serta memaksimalkan setiap isu yang muncul untuk di komentari oleh para politikusnya.

”Ada 50 kursi anggota parlemen dari PKS. Dari angka ini, 38 diantaranya aktif dikutip namanya sebagai narasumber berita di media massa. Artinya, 76% anggota parlemen dari PKS ini sudah dikenal oleh para jurnalis. Kemunculan 38 anggot aparlemen dari PKS ini tergambar atau direpresentasikan pada 536 berita,” ucap peneliti INSIS Wildan Hakim di Jakarta kemarin.


Dia menjelaskan, efektivitas atau kemangkusan politikus PKS dalam berkomentar di media massa ini dihitung dengan cara membandingkan antara jumlah kursi yang dimiliki di DPR dengan jumlah legislator yang muncul dalam publikasi di media massa. Di belakang PKS, ada Golkar dan PKB. Sebanyak 85 anggota DPR yang dimiliki Partai Golkar sebanyak 52 orang di antaranya sudah muncul di media massa atau 61.17 %.

”Sedangkan PKB, dari 58 anggota DPR, 35 di antaranya sudah muncul di media massa atau 60.34%,” ujarnya

Dalam data INSIS, kata Wildan, Golkar terpotret sebagai partai yang mampu memanfaatkan serta memaksimalkan setiap isu yang muncul untuk dikomentari oleh para politikusnya. Partai Golkar menyumbang 21,34% dari total wajah publikasi yang diproduksi anggota DPR. Dari total 5.778 publikasi yang dipantau oleh INSIS, ada 1.231 berita yang menjadikan politisi Partai Golkar sebagai narasumbernya.

”Ada perbedaan antara PKS dengan Partai Golkar dari sisi kemangkusannya berkomunikasi politik. Dalam pengamatan INSIS, PKS mampu menggerakkan anggota yang dimiliki di DPR.

Sedangkan Partai Golkar mampu memanfaatkan setiap isu yang muncul untuk dikomentari oleh para politikusnya,” tambah Wildan yang juga akademisi di Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta.

Partai Gerindra menyumbang 956 publikasi atau 16.54%. Menurut peneliti senior INSIS Dian Permata, PKS mampu memanfaatkan dan mendistribusikan setiap isu atau tema yang tengah hangat menjadi bahan perdebatan di ruang parlemen kepada kadernya di DPR. Partai Golkar mampu memanfaatkan semua isu atau tema yang hangat menjadi bahan perdebatan di ruang parlemen di DPR.

”PKS mampu mengapitalisasi anggota DPR-nya dengan mendistribusikan setiap isu. Sedangkan Golkar mampu mengapitalisasi setiap isu. Perbedaan pada unit analisis aktor (anggota DPR). Jika kita analisis lebih mendalam, maka Partai Golkar di DPR seperti terkonsentrasi di sejumlah elite untuk urusan citra dan publikasi isu,” ucapnya

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.