kabargolkar.com - Bursa bakal calon kepala daerah (bacakada) dalam kontestasi pilkada serentak 2024 semakin menarik. Analisa-analisa dari pengamat dan pakar politik baik dari internal partai atau non-partai memenuhi ruang berita baik di media online atau cetak. Banyak mata tertuju pada sumatera utara, ada kader senior partai golkar musa rajekshah atau ijeck, dan ada pendatang baru yakin bobby nasution yang merupakan walikota Medan dan juga menantu dari presiden Joko Widodo (jokowi).
Polemik bahwa bobby yang akan dimajukan sebagai bakal calon gubernur sumatera utara sempat menggegerkan publik, bagaimana tidak, isu tersebut mulai mencuat saat bobby baru saja hengkang dari PDI-P dan dia adalah 'anak baru' partai golkar.
Namun partai golkar bukanlah partai sembarangan, golkar memiliki metode dan prinsip yang wajib dilalui untuk menjaring politisi atau kader-kadernya yang mendaftar dalam pencalonan kepala daerah. Seleksi dilakukan di DPD dan rekomendasi tersebut diberikan kepada DPP untuk pada akhirnya difinalisasi.
PDLT (prestasi, Dedikasi, Loyalitas, Tidak Tercela) adalah prinsip partai golkar dalam menseleksi para kadernya baik bacaleg ataupun bacakada. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung merespon isu terkait opini media bahwa golkar memberikan karpet merah kepada Bobby Nasution untuk menjadi Calon Kepala Daerah/Gubernur Sumatera Utara. Ia mengatakan saat ini terlalu dini untuk berspekulasi mengenai hal tersebut, penyaringan dan survey diinternal golkar dilakukan sebanyak 3 kali dan sekitar bulan Agustus baru akan diputuskan siapa yang diusung sebagai bacakada dalam hal ini termasuk didalamnya Bacagub provinsi Sumatera Utara.
Calon kuat lainnya dari partai golkar adalah Musa Rajekshah yang menjabat sebagai ketua DPD-1 Partai Golkar Sumatera Utara, dia juga menjabat sebagai wakil gubernur di periode 2018-2023. Diberitakan sebelumnya, Bobby sempat mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan Musa Rajekshah (ijeck) namun hingga saat ini belum bertemu. Bobby belum bisa bertemu lantaran Ijeck sejak Hari Raya Idul Fitri berada di luar negeri.
Bobby sebelumnya mengatakan beberapa waktu lalu memang menerima undangan untuk mengikuti kegiatan DPP Partai Golkar di Jakarta. Undangan yang diterimanya itu ada dua. "Undangannya memang dua. Satu sebagai calon Gubernur (Sumut) dan satu sebagai calon Wali Kota Medan," kata Bobby setelah saat menghadiri acara malam takbiran di Lapangan Merdeka beberapa waktu lalu.