Survei internal yang dilakukan Partai Golkar sudah selesai. Abdul Halim Muslih yang kini menjabat sebagai Bupati Bantul memperoleh hasil survei tertinggi. Yakni 75,2 Persen untuk kriteria dikenal, dan 50 persen dalam hal disukai masyarakat Bantul.
Namun Partai Golkar tidak serta merta langsung memutuskan untuk mengusung incumbent tersebut. Itu karena masih ada survei dua dan tiga. Ditambah survei hanya salah satu indikator saja. "Nanti ditunggu perkembangannya ya, masih panjang," ujar Ketua Partai Golkar Bantul Paidi kemarin (9/6).
Apalagi, kata Paidi, Partai Golkar Bantul tidak dapat mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati sendiri. Harus melalui sistem koalisi dengan partai lain.
Meski demikian, hasil survei menjadi salah satu indikator yang akan dapat diterima oleh DPP Partai Golkar dan koalisi partai atau tidak.
Survei kedua, lanjutnya, akan dilakukan pada pertengahan Juni ini. Nantinya, survei kedua dilakukan secara berpasangan. Tidak hanya satu sosok saja. Paidi memperkirakan survei kedua akan berlangsung selama 10 hari.
Sedangkan untuk survei ketiga akan dilakukan pada Juli. "Untuk survei ketiga saya belum tahu mekanismenya seperti apa," sebut Paidi.
Menurutnya, pada awal Agustus nanti harus sudah mendapat kepastian sosok yang akan diusung Golkar Bantul. Mengingat akhir Agustus pendafataran kepala daerah untuk Pilkada Bantul sudah dimulai. (rul/eno/radarjogja)