Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menanggapi pernyataan Partai Amanat Nasional
yang menyebut Ridwan Kamil ingin menggandeng Bima Arya Sugiarto pada pemilihan gubernur Jawa Barat. Ketua DPP Golkar Dave Laksono mengatakan sampai saat ini partainya belum membahas calon pendamping Ridwan Kamil.
“Kami belum membahas soal pasangan,” kata Dave seperti dikutip Tempo, 6 Juli 2024.
Golkar dan PAN adalah rekanan di Koalisi Indonesia Maju dalam Pilpres 2024. Namun keduanya mengusung jagoan masing-masing di Jawa Barat.
Dave juga mengatakan Golkar belum memutuskan apakah akan menugaskan pria yang disapa Kang Emil itu ke Jawa Barat. Meski lembaga survei menyebut Ridwan Kamil masih disukai pemilih Jabar. Dave menuturkan saat ini pihaknya masih melakukan survei lanjutan sebelum menjatuhkan keputusan akhir.
“Kami masih melakukan survei tahap ke-2,” ujar Dave.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengklaim Ridwan Kamil ingin menggandeng kadernya, mantan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, menjadi wakilnya di pemilihan gubernur Jawa Barat atau Pilgub Jabar 2024. Eddy mengatakan dia sering mendengar isu tersebut dalam perbincangan politik belakangan ini.
Eddy menyebutkan nama Bima Arya menjadi salah satu dari dua kader yang disiapkan PAN untuk disodorkan di Pilgub Jabar. “Kami sudah putuskan untuk mengusung, mendorong Kang Bima Arya dan Teh Desy Ratnasari untuk cagub (calon gubernur) maupun cawagub (calon wakil gubernur) di Pilkada Jawa Barat," kata Eddy di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2024 seperti dikutip Antara.
Menurut Eddy, kabar mengenai niat Gubernur Jawa Barat 2018-2023 itu buaa memberi kesempatan untum
PAN melenggang di Jawa Barat. Dia menuturkan hal itu menjadi salah satu fokus PAN karena Jawa Barat merupakan daerah yang strategis bagi peta perpolitikan.
Ridwan Kamil, inkumben yang juga merupakan kader Golkar, memang masih berjaya di Jawa Barat. Hasil sigi Indikator Politik Indonesia mengungkapkan pada simulasi 6 nama calon gubernur, Ridwan Kamil menduduki posisi teratas dengan 45,6 persen disusul Dedi Mulyadi dengan 34,7 persen. Lalu, ada nama Dede Yusuf sebesar 7,1 persen. Kemudian, Bima Arya Sugianto sebesar 2, 5 persen, Ono Surono sebesar 1,3 persen, dan Ilham Akbar Habibie sebesar 0,8 persen. Namun apabila nama Ridwan Kamil tidak dimasukan, posisi pertama akan ditempati oleh Dedy Mulyadi, calon yang diusung Gerindra.
"Kalau Ridwan Kamil tidak dimasukan, pendukung Ridwan akan memilih Dedi Mulyadi," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers via zoom, Kamis 4 Juli 2024.
Burhanuddin mengatakan sigi ini mengingatkan Golkar untuk mempertimbangkan Ridwan tetap di Jawa Barat. Menurut dia, memajukan Ridwan di Pilkada Jakarta akan merugikan partai berlambang pohon beringin itu.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, mengatakan survei tahap kedua untuk Pilkada Jabar 2024 akan memberikan Golkar pemetaan kondisi figur-figur yang telah secara terbuka menyatakan maju sebagai bupati, wali kota, maupun calon gubernur di Jawa Barat