Kabargolkar.com - Elektabilitas Atalia Praratya masih berada di posisi paling atas
sebagai figur bakal calon Wali Kota Bandung. Sementara itu, elektabilitas Ridwan Dhani Wirianata yang dideklarasikan menjadi bakal calon Wali Kota Bandung dari Partai Gerindra belum lama ini berada di posisi buncit.
Hal itu mengemuka dari hasil survei Polsight. Analis Politik sekaligus Direktur Riset Polsight, Kiki Pratama menyampaikan, kebanyakan responden menginginkan Wali Kota Bandung berasal dari Partai Gerindra.
Menurut survei, sebanyak 18,67 persen memilih Partai Gerindra, kemudian secara berturut-turut PKS dengan 17,33 persen, Partai Golkar 14,58 persen, sedangkan partai-partai lainnya di bawah 7 persen.
“Pada survei kali ini, Gerindra berhasil menyalip PKS. Pada survei-survei sebelumnya, PKS selalu menjadi partai politik yang paling diinginkan masyarakat untuk menjadi Wali Kota Bandung berikutnya," ujar Kiki pada Rabu 24 Juli 2024.
Pihaknya menganalisis, naiknya Partai Gerindra sebagai partai politik yang diinginkan masyarakat untuk menjadi Wali Kota Bandung di tengah tingkat elektabiltas Ridwan Dhani Wiriniata yang berada di posisi buncit.
Faktor naiknya elektabilitas Gerinda Analis Politik sekaligus Direktur Riset Polsight, Kiki Pratama memaparkan hasil survei terkini Opini Publik dan Preferensi Politik Masyarakat Kota Bandung, di Kota Bandung pada Rabu 24 Juli 2024.
Menurut pengamatan dan analisis pihaknya, naiknya suara Partai Gerindra berkat sosialisasi masif Sonny Salimi selaku bakal calon Wali Kota Bandung yang mendaftar ke partai politik berlambang kepala burung garuda tersebut. Berlandaskan hal itu, Kiki mengaku heran dengan Partai Gerindra yang justru mendeklarasikan Dhani Wirianata sebagai figur usungannya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandung 2024.
Padahal, ada kandidat lain dari Partai Gerindra yang dengan angka popularitas dan elektabilitas lebih tinggi daripada Dhani Wirianata, yakni Sonny Salimi. Adapun elektabilitas figur berdasarkan hasil survei simulasi tertutup 13 bakal calon Wali Kota Bandung, yakni Atalia Prataya dengan 48 persen, Muhammad Farhan (11,17 persen), Erwin (8,75 persen), Asep Mulyadi (6,75 persen), Siti Muntamah (6 persen), Sonny Salimi (5,58 persen).
Elektabilitas nama-nama lainnya, di bawah 2,5 persen. Untuk elektabilitas Dhani Wirianata berada pada angka 0,75 persen. Sampel survei itu berjumlah 1.200, tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan Kota Bandung.
Sampel diperoleh melalui metode riset stratified-systematic random sampling. Rentang kesalahan atau margin of error dalam survei itu, plus minus 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei IPO Sementara itu, hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) dengan sampel berjumlah 800 pada 20-27 Mei 2024 menunjukkan hal berbeda. Ketika survei itu berlangsung, nama Dhani Wirianata belum muncul ke publik. Menurut survei tersebut, elektabilitas Sonny Salimi pun tak masuk lima besar.
Seumpama Pilkada Kota Bandung berlangsung saat waktu pelaksaaan survei itu, sebanyak 23,5 persen responden mengaku memilih Atalia Praratya, Erwin (11,1 persen), Dandan Riza Wardana (9,8 persen), Arfi Rafnialdi (9,5 persen), dan Muhammad Farhan (8,5 persen)