Baiq Isvie Rupaeda kembali ditunjuk DPP Golkar untuk menjabat Ketua DPRD NTB periode 2024-2029. Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Firadz Fariska membenarkan surat keputusan (SK) DPP Golkar tentang penunjukan itu.
“SK-nya tertanggal 11 September, tapi kami terima surat fisiknya kemarin (Senin),” kata Firadz Selasa (17/9/2024) malam.
Penunjukan Isvie sebagai Ketua DPRD NTB tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP Golkar Nomor B.204/DPP/Golkar/IX/2024 tertanggal 11 September 2024 dan ditandatangani Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jendral Muhammad Sarmuji.
DPD Golkar NTB diminta untuk memproses lebih lanjut. Ini merupakan jabatan ketua untuk ketiga kalinya bagi Isvie. Isvie mulai menjadi Ketua DPRD NTB sejak pengganti antar waktu masa jabatan 2014-2019 dan 2019-2024. Firadz mengatakan pihaknya mengusulkan ke DPRD NTB untuk ditetapkan dalam rapat paripurna.
“Untuk segera diproses,” ujarnya. Dia menilai DPP punya kewenangan dan hak prerogatif dalam keputusan penunjukan sehingga di tingkat DPD hanya tinggal memproses.
Firadz yakin DPP Golkar punya pertimbangan dan kriteria tertentu sehingga memutuskan Isvie meskipun sebelumnya ada total tiga kandidat.
Profil Singkat
Isvie merupakan perempuan pertama yang bisa merasakan kursi empuk DPRD NTB. Bahkan dia berhasil menduduki kursi Ketua DPRD NTB sejak tahun 2016.
Kala itu wanita kelahiran 1 September 1962 itu dilantik pertama kali menjadi ketua DPRD NTB pada 15 Juli 2016. Dia menggantikan koleganya sesama Partai Golkar H Umar Said yang dilantik pada 16 Oktober 2014.
Sebelum berkiprah sebagai wakil rakyat di Udayana, Isvie pernah menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1999 sampai 2004.
Isvie bahkan tercatat pernah menjadi dosen sekaligus konsultan hukum pada tahun 1988 sampai 2004, namun politik rupanya membuat wanita asal Lombok Timur jatuh cinta, yang membuatnya harus meninggalkan profesi tersebut dan memilih fokus menjadi politisi.
Karir politiknya dimulai dengan bergabungnya dia menjadi angkatan muda pembaharuan Indonesia (AMPI) yang merupakan sayap Partai Golkar, karena keaktifannya itu dia juga dipercaya untuk menjadi anggota MPR RI.
Politisi senior Partai Golkar itu tercatat dua kali mengikuti kontestasi politik DPR RI namun gagal melenggang ke Senayan, pertama pada tahun 2004 dan yang kedua tahun 2009 masing-masing dari Partai Golkar.
Setelah dua kali gagal dalam Pileg DPR RI, Isvie mencoba peruntungan sebagai Caleg DPRD Provinsi NTB tahun 2014 dapil III Lombok Timur. Hasilnya, dia berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi NTB sejak tahun 2014.
Pada Pileg 2019, Isvie kembali maju sebagai calon DPRD Provinsi NTB dapil III Lombok Timur, hasilnya dia kembali melenggang ke Udayana dan menduduki kursi ketua hingga akhir masa jabatannya.
Pileg 2024 lalu Isvie kembali terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota DPRD Provinsi NTB dapil III Lombok Timur.
Namun pada periode kali ini Isvie harus bersaing dengan tiga nama yang ingin menduduki kursi ketua DPRD Provinsi NTB yakni Hamdam Kasim dan Humaidi.
Salah satu peristiwa penting yang pernah dilewati Isvie adalah perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL), menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (Bizam).