Webinar ini diawali dengan keynote speech dari Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif, sebagai pembuka diskusi virtual ini. Dalam acara tersebut Menteri ESDM memaparkan, dengan mempertimbangkan Jawa, Madura, dan Bali sebagai baseline perhitungan faktor emisi, kontribusi pengurangan CO2 untuk energi diharapkan dapat mencapai 377 juta ton pada 2035. Beliau juga memandang bahwa akselerasi kebijakan energi baru terbarukan (EBT) memelukan payung hukum untuk mencapai target kebijakan energi nasional. Maka RUU EBT menjadi harapan besar untuk mewujudkan kejayaan energi bersih di Indonesia.
Acara seminar virtual ini dihadiri sejumlah tokoh yang memiliki peran strategis dalam bidang energi sebagai panelis. Mereka adalah Satya Widya Yudha, selaku Anggota Dewan Energi Nasional RI, Dadan Kusidana, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Surya Darma, Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, danMamit Setiawan, Direktur Eksekutif dari Energi Watch.
Dalam paparannya, masing masing panelis memberikan pandangan dan gagasannya terkait urgensi dan pemanfaatan energi baru terbarukandi Indonesia. Secara garis besar para panelis menyampaikan dukungan