” Jika memiliki kemampuan komunikasi yang baik maka pada saat menghadapi Pemilu 2024, Perempuan Partai Golkar DIY, mampu menjadi komunikator yang mampu menyampaikan pesan/informasi penting kepada masyarakat tentang isu-isu yang bisa meningkatkan elektabilitas partai dan individu tersebut,” ungkap Ety Erawati.
Lebih lanjut Ety Erawati mengatakan untuk menjadi komunikator yang baik, yang paling penting adalah memilih cara komunikasi yang efektif sehingga pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Antara lain dengan memilih jenis komunikasi yang tepat, misal : tatap muka, telepon, surat, poster, media sosial, papan pengumuman, dll.
” Satu hal yang cukup penting agar bisa mempermudah pesan yang kita sampaikan bisa sampai ke masyarakat luas, maka salah satunya adalah perlu menjalin hubungan baik dengan Wartawan. Kita perlu bermitra dengan Wartawan atau jurnalis kare amereka yang bisa membantu membentuk citra/image kita, sehingga mampu meningkatkan reputasi organisasi/individu, karena dengan seringnya dipublikasikan dimedia, kita akan menjadi topic pembicaraan,” jelas Ety Erawati.
Ety menambahkan dari hasil Survei Pusat Data dan Analisis Tempo bersama Tempo Institue, pada tahun 2018; Hanya 11% Perempuan yang dijadikan narasumber dalam pemberitaan di media.
Selain itu menurut Ety Erawati, menggunakan media sosial juga sangat efektif , disamping low cost, mudah diakses, multi sumber, bisa dimana saja dan kapan saja.
” Media sosial ini bisa menjangkau kaum muda dalam kegiatan politik. Dengan cara menjaga dialog/ interaksi dua arah, menjawab setiap tweet, setiap postingan di Facebook dan setiap komentar di Youtube, membuat branding yang meyakinkan, mengidentifikasi orang atau tokoh yang berpengaruh dimedia sosial wilayah target dan lain sebagainya,” imbuh Ety.
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua KPPG DIY dan DPD Partai Golkar DIY bersama Women Democracy Network (WDN) – International Repoblican Institute ( IRI ). Respon peserta cukup bagus seperti pada kegiatan pertama pekan lalu ( 17/7/2021). Para Peserta aktif bertanya dan memberi masukan berdasarkan pengalaman mereka dilapangan. Sehingga diskusi berjalan menarik dan bermanfaat sekaligus untuk mengisi kegiatan di masa PPKM darurat dengan kegiatan bermanfaat secara daring.