Kabar Golkar

KPPG dan HWK Ajak Para Milenial untuk Melek Politik

Oleh · · Kabar Sayap Golkar

Credit Photo / Klikwarta.com
Credit Photo / Klikwarta.com

Sementara itu, Sekar Krisnauli selaku Tim Pendiri Organisasi Kisah Kasih Journalism menyampaikan pemaparan terkait sikap apatis masyarakat terhadap politik dari sudut pandang aktivis sosial maupun selaku pegiat literasi.

Senada dengan Masda Putri Amelia, Sekar Krisnauli menilai  pendidikan politik yang menyentuh hingga kalangan masyarakat akar rumput masih sangat minim. 

"Tidak pun sampai kebawah, katakanlah anak - anak sekolah atau mereka yang sudah duduk di jenjang SMP,  mereka juga masih belum terlalu paham tentang politik.

Namun satu hal yang saya sadari dan saya percayai sepenuhnya adalah, kita harus perbanyak diskusi dengan para pakar secara general. Dan itulah yang coba kami lakukan lewat gerakan literasi," ungkap Sekar.

Sekar juga mengatakan, turun langsung ke lapangan dan bertemu masyarakat untuk bertanya jawab atau melakukan dialog juga menjadi hal terpenting. Karena terkadang dalam posisi sebagai pemilik maupun pendiri atau pemegang kekuasaan, masih memiliki anggapan bahwa mereka tahu apa yang masyarakat butuhkan.

"Padahal belum tentu begitu juga. Maka yang coba kami lakukan di Organisasi Kisah Kasih Journalism adalah membuka dialog atau tanya jawab. Sehingga, apa yang kami lakukan kedepannya secara organisasi bisa lebih sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. Jadi, mungkin dalam melakukan pendidikan politik kita juga harus tahu apakah sebenarnya masyarakat yang akan kita bantu dalam memahami informasi itu seperti apa. Misalnya, barangkali di antara mereka ada yang belum bisa membaca atau benar - benar belum bisa mencerna apa yang mereka baca tetapi kita memberikan bantuan buku, tentunya itu tidak tepat," jabarnya.

Organisasi Kisah Kasih Journalism, dikatakan Sekar, menjadi organisasi yang awalnya fokus memberi perhatian bagi komunitas PKL dan berangkat dari kegiatan pembagian sembako. Seiring melihat kebutuhan masyarakat yang minim akan literasi, kini organisasi tersebut mencoba  lebih fokus kepada gerakan literasi. 

"Jadi kami pun bergerak sesuai apa yang telah menjadi visi misi kami. Mungkin bilamana ada organisasi sosial yang memang tidak mengikuti politik praktis tetapi mempercayai pentingnya pendidikan politik ya nanti mereka bisa melakukan apa yang mereka anggap sesuai," tandas putri politisi Akbar Tandjung itu.