26 Mei 2020
HARUM Ajak Gubernur Isran Noor Masuk Kepengurusan Golkar Kaltim
  Witarmin
  07 April 2020
  • Share :
Ketua DPD I Golkar Kaltim H. Rudy Mas'ud, SE (HARUM)

kabargolkar.com - Kepengurusan Golkar Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud terus digodok. Ketua DPD Golkar Kaltim yang terpilih aklamasi dalam musyawarah daerah pada 14 Maret 2020 itu tengah menyiapkan regenerasi kader untuk masuk kepengurusan partai beringin Kaltim, periode 2020-2025 itu.

Rudy Mas’ud dan Makmur HAPK yang merupakan ketua harian DPD Golkar Kaltim periode 2016-2020 bertindak sebagai tim formatur. Keduanya memiliki waktu 60 harimsejak pelaksanaan musyawarah daerah untuk menyusun kepengurusan Golkar Kaltim lima tahun ke depan.

Dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, menginstruksikan jumlah maksimal pengurus pleno sebanyak 85 orang. Sementara pengurus harian (ketua, ketua harian, wakil-wakil ketua, sekretaris, wakil-wakil sekretaris, bendahara dan wakil-wakil bendahara) ada 35 orang.

“Sementara masih dalam proses karena belum sebulan dari pelaksanaan musda (musyawarah daerah) lalu. Masih ada waktu yang cukup panjang,” kata dia saat dihubungi Kaltim Post kemarin (5/4).

Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) yang melanda Indonesia, tak terkecuali Kaltim membuat penyusunan kepengurusan menjadi sedikit terhambat. Karena situasi saat ini, tidak memungkinkan untuk melaksanakan rapat dengan jumlah orang yang cukup banyak.

Meski begitu, sejumlah pembenahan pada kepengurusan terus dilakukan. Salah satunya melakukan renovasi pada Kantor DPD I Golkar Kaltim di Jalan Mulawarman, Samarinda. “Mudah-mudahan pembentukan kepengurusan bisa dilakukan sebelum Lebaran,” kata anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kaltim itu.

Pada kepengurusan Golkar Kaltim, disebutnya akan menggunakan beberapa komposisi. Yakni pengurus berkesinambungan. Dalam hal ini pengurus lama yang kembali masuk kepengurusan sebanyak 30 persen.

Lalu pengurus regenerasi sebanyak 50 persen dan pengurus rekonsiliasi 20 persen. Pengurus rekonsiliasi adalah kader yang sudah tidak aktif dan kader yang sebelumnya keluar dari Golkar. “Jadi, akan kami rekonsiliasi lagi. Mungkin juga, kader partai lain ataupun orang politik yang tidak memiliki partai,” janji Rudy.

Selain itu, bakal calon ketua DPD I Golkar Kaltim yang juga Gubernur Kaltim Isran Noor disebutnya akan diakomodasi dalam kepengurusan baru ini. Sebab, mantan ketua umum PKPI itu diketahui telah memiliki kartu keanggotaan Golkar. “Mudah-mudahan beliau memiliki waktu yang cukup dan bisa bergabung,” harap dia.

Terpisah, Makmur HAPK yang tergabung dalam tim formatur mengaku mendukung rencana memasukkan kader yang tidak aktif dan kader yang sudah keluar dalam kepengurusan baru nanti. Termasuk dengan kader partai lain yang ingin membesarkan Golkar Kaltim.

Walau begitu, peran kader beringin yang selama ini sudah cukup bagus dan aktif juga diperlukan. Bisa masuk dalam kepengurusan lima tahun ke depan.

Mengenai rencana mengajak Isran Noor dalam kepengurusan Golkar Kaltim, ketua DPRD Kaltim itu menyebut bisa dilakukan. Namun, Isran kemungkinan diminta masuk jajaran dewan pertimbangan DPD Golkar Kaltim. “Pada dasarnya, semua ingin kami rangkul. Karena niat kami untuk membesarkan partai,” ungkap mantan bupati Berau itu.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.