kabargolkar.com, PALEMBANG - Perhelatan pilkada di tengah pandemi corona dikhawatirkan memberikan dampak negatif bagi kualitas pesta demokrasi itu. Kekhawatiran untuk tertular virus covid-19 dapat membuat calon pemilih mengurungkan niatnya untuk pergi ke bilik-bilik suara, akibatnya, partisipasi pemilih pun menurun.
Demikian kekhawatiran soal menurunnya partisipasi pemilih di pilkada serentak tahun ini diutarakan oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumsel Anita Noeringhati. Menurutnya, partisipasi pemilih terancam menurun akibat bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. “Saya khawatir partisipasi pemilih tidak akan terlalu besar, karena adanya virus Covid-19 ini,” jelas Anita, Selasa (23/6/2020).
Politisi perempuan Partai Golkar ini mengatakan pihak penyelenggara Pemilu seharusnya memiliki strategi untuk mengantisipasi pilkada di tengah pandemi ini. Terutama demi menjaga antusiasme para pemilih untuk tetap menggunakan hak pilihnya. “Jadi harus ada strategi yang baik dari penyelenggara pemilu,” ujarnya.
Terkait sosok yang bakal diusung partai berlambang pohon beringin dalam Pilkada serentak ini, Anita mengatakan, Partai Golkar belum mengeluarkan bakal calon kepala daerah yang akan diusung. dirinya mengatakan bahwa proses penjaringna masih berlangsung di DPP Partai Golkar, melalui survei terkait para bakal calon kepala daerah.
Sebelumnya, DPD Golkar Sumsel sudah mengajukan sejumlah nama bakal calon kepala daerah ke DPP Golkar. Nantinya, nama-nama tersebut akan diplenokan dan itu dihadiri oleh Ketua DPD Golkar Sumsel. DPP akan mempertimbangkan ulasan teknis maupun non teknis yang disampaikan oleh DPD sebelum akhirnya DPP menentukan calon yang diusung.
Anita Noeringhati juga berpesan kepada bakal calon kepala daerah yang nanti akan diusung Partai Golkar untuk menjalankan kesepakatan politik, termasuk kewajiban merealisasikan visi misi, dan bekerja sebagai kepala daerah dengan sebaik-baiknya. “Begitu komitmen dengan Golkar, kesepakatan itu harus dijalankan,” demikian tutupnya.