kabargolkar.com, BUTON - Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara bakal menggelar musyawarah daerah (Musda) ke-X di salah satu hotel di Pasarwajo pada 11 Juli 2020 mendatang.
Ketua Komite Pengarah Musda DPD II Golkar Buton, La Atiri mengatakan, sejauh ini persiapan, baik dari segi administrasi maupun teknis lainnya sudah rampung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Dan alhamdulillah hari ini teman-teman di organizer komitenya sudah melakukan pengumuman pejaringan bakal calon," kata La Atiri melalui sambungan telepon, Kamis (8/7/2020).
Salah satu syarat bisa maju sebagai bakal calon (balon) Ketua DPD II Golkar Buton lanjut La Atiri yaitu, para kader partai berlambang pohon beringin tersebut. Dan dalam hal ini, semua kader memiliki peluang untuk memimpin Partai Golkar selama lima tahun kedepan.
"Salah satu syaratkan kita utamakan itu kader, kita buka peluang besar-besar, karena ini bukan Musdalub, ini Musda reguler agenda lima tahun di kepartaian, sehingga penjaringannya itu kita harus buka luas calon ketua dan semua kader berhak mencalonkan diri sebagai kandidat ketua," jelasnya.
Ia memastikan, dalam pelaksanaan Musda nanti, dihadiri oleh Ketua DPD I Golkar Sultra, Herry Asiku, serta sejumlah pengurus lainnya. "Itu tetap hadir (Ketua DPD I Golkar Sultra-red), kemarin malam juga kebetulan saya bertandang di rumah pribadinya, hadir juga teman-teman prrovinsi termaksud sekretarinya Pak Muhammad Basri," tegasnya.
La Atiri yang merupakan pengurus Partai Golkar tingkat Sultra yang juga dipercayakan mengurus pelaksanaan Musda di wilayah kepualauan, khususnya di Kabupaten Buton berharap, siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar, mampu secara bersama-sama untuk mengkonsolidasi kepartaian, mulai dari ranting kecamatan sampai ke desa dalam rangka memenangkan berbagai macam momentum politik, baik Pilkada maupun Pilcaleg nantinya.
"Dan yang kami harapkan juga, tentu para kader yang juga menyiapkan diri untuk maju sebagai calon kandidat agar mengikuti semua peryaratan yang ada, ikuti mekanisme, karena Golkar membuka ruang dan tidak menyempitkan diri untuk menahkodai kepartaian lima tahun kedepan," harapnya.