Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Demer Siapkan Sanksi Bagi Kader Golkar Bali yang Membelot Jelang Pilkada Serentak
  Bambang Soetiono   19 Oktober 2020
Gde Sumarjaya Linggih alias Demer. (Foto: tribunbali)

kabargolkar.com, DENPASAR - Menghadapi coblosan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember 2020, Golkar Bali mulai diwarnai aksi pembelotan. Setidaknya ada tiga Pilkada di mana kader Golkar melakukan pembelotan.

Pertama di Pilkada Tabanan, yakni mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Bali yang juga anggota DPR RI di era Orde Baru, I Gusti Putu Wijaya membelot dengan mendukung pasangan Cabup-Cawabup PDIP.

IGP Wijaya mendukung pasangan nomor urut satu, Komang Gede Sanjaya-Made Edi Wirawan. Padahal Golkar di Tabanan mengusung pasangan nomor urut dua, AA Ngurah Panji Astika-Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi).

Hal serupa juga terjadi di Pilkada Jembrana, yakni Wakil Sekretaris Bidang Politik DPD II Golkar Jembrana, H Nasrun malah mendukung bahkan menjadi relawan duet Made Kembang Hartawan-I Ketut Sugiasa (Bangsa) yang diusung PDIP.

Padahal Golkar di Jembrana mengusung paket I Nengah Tamba-Gede Ngurah Patriana Krisna (Tamba-Ipat).

Pun juga di Pilkada Denpasar, sesepuh Golkar Bali, Ida Tjokorda Pemecutan XI juga terang-terangan mendukung calon PDIP yakni, IGN Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa).

Sementara Golkar mengusung duet Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara (Amerta).

Menyikapi pembelotan tersebut, Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyayangkan tindakan tersebut.

Demer menegaskan, DPP akan merapatkan dengan Ketum Airlangga Hartarto membahas sanksi. “Ya nanti kita akan rapatkan sanksinya itu, dan sangat disayangkan ada pembelotan,” kata Demer, Minggu (18/10).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini mengatakan bahwa seharusnya kader Golkar, utamanya yang sudah senior memberikan contoh kepada kader lainnya dalam mengamankan keputusan partai.

Apalagi, lanjut Demer, kader senior tersebut telah menikmati ‘manisnya madu’ saat masih menjabat melalui partai berlambang pohon beringin ini. “Apalagi tokoh senior yang membelot, tokoh senior sudah menikmati dan sebagainya, diam saja sudah cukup kalau memang tidak setuju,” tegasnya.

Saat disinggung alasan pembelotan tersebut akibat kekecewaan dengan sistem penjaringan, Demer menampik hal tersebut. Ia mengatakan, partainya sudah melakukan mekanisme yang mumpuni melalui survei dalam menentukan calon di Pilkada. Bahkan, Demer optimistis, calon-calon yang diusung Golkar mampu memenangkan enam Pilkada di Bali.

“Begini, selalu saya bilang, suara Golkar suara rakyat, kita mencari siapa-siapa sih yang mendaftar ke kita, kader ada mencalonkan, kalau kader kita calonkan surveinya kecil, buat apa kita ramai-ramai hara-kiri,” paparnya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Bali, Dewa Made Suamba Negara, secara terpisah dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian tentang aksi pembelotan itu.

Untuk kasus di Jembrana, H Nasrun sudah dipanggil oleh DPD II Golkar Jembrana untuk diklarifikasi. "Sedang diproses DPD II Golkar Jembrana," ujar Suamba Negara.

Untuk pembelotan di Pilkada Tabanan, DPD I Golkar Bali sudah menerima laporan dari Ketua Golkar Tabanan, Nyoman Wirya. "Itu juga masih diproses oleh induk partai," tegas Suamba Negara.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.