Kabargolkar.com- Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali meminta agar Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali dikaji secara matang. Pasalnya, pembangunan infrastruktur kebudayaan di eks galian c, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung merupakan jalur lahar pada letusan Gunung Agung pada 1963.
"Kami bukannya tidak setuju. Cuma Golkar menekankan untuk dikaji sebaik mungkin karena jalur yang dipakai itu adalah jalur bencana, lintasan lahar," kata Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, I Nyoman Wirya di Denpasar, Kamis (19/11/2020).
Dirinya mengungkapkan, jika kajian pembangunan Pusat Kebudayaan Bali sudah bagus, pihaknya di Fraksi Golkar DPRD Bali mengaku sangat setuju. Terlebih, pembangunan Pusat Kebudayaan Bali ini sebagai penyebaran fasilitas umum menjadi merata, mengingat Kabupaten Badung dan Kota Denpasar sudah sangat jenuh.
"Nah ini sudah ditarik ke timur, sehingga pusat-pusat ekonomi dan pusat-pusat budaya menjadi merata," jelasnya.
Wirya mengungkapkan, Fraksi Partai Golkar mengapresiasi pembangunan Pusat Kebudayaan Bali dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masysrakat, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung.
Maka dari itu, lahan-lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan fasilitas publik tersebut harus memiliki daya tarik bagi pihak investor.
"Jangan sampai program-program pembangunan telah selesai dan terwujud tetapi tidak menarik di mata investor. Oleh karenanya, kami usulkan agar sebelumnya dilakukan studi kelayakan yang konferhensif oleh lembaga professional," tegasnya.