Saya waktu itu ditunjuk sebagai Ketua SATGAS Mahasiswa Ombay Golkar mengkampamyekan kemenangan Golkar di Pemilu 1992 di Alor dengan beberapa teman diantaranya Drs. Aba Maulaka, Almarhum Drs. Laurens Duka Luil, Terince Mabilehi, Ibrhahim Dollu, Abdulharis Kapukong, Ibrahim Nampira dan kader-kader muda Alor yang sekarang eksis di pemerintahan. Kami semua adalah bagian dari Golkar waktu lalu.
Selajutnya kisah Ouwpoly, ia dipilih menjadi salah satu pengurus DPD AMPI Propinsi NTT bersama dua kader terbaik Alor lainnya yakni, Drs. Jamaludin Ahmad dan Ejbend Duka. “Kami tiga dipercayakan mewakili orang Alor menjadi Penfgurus AMPI NTT dibawah kepemimpinan Frans Tulung, SH dan Drs. Hendrik Rawambaku,” ungkap Ouwpoly.
Orang nomor satu di Dinas Pendidikan Alor ini menambahkan, ia tetap menjadi bagian dari Golkar di daerah setelah menyelesaikan studi starata satu di FKIP Undana Kupang dan kembali ke Nusa Kenari. “Saya datang dan ikut dalam AMPI Kabupaten Alor, ikut kampanye untuk memenangkan Golkar sebagai juru kampanye (Jurkam) bersama almarhum Abdulrahim Pati Raja, Alamarhum Burhanudin Karabi. Jadi Golkar bagi saya bukan karena saya lahir dari pegawai negeri, mama dan orang tua saya itu aktif di Golkar tetapi saya turut dibesarkan oleh Golkar. Sampai saya seperti ini karena Golkar melalui AMPI dan SATGAS Mahasiswa Ombay yang dibentuk DPD Partai Golkar Propinsi NTT,” jelas Ouwpoly menambahkan.
Keikutsertaannya di Golkar sejak menjadi mahasiswa membuatnya tidak terlalu asing bagi partai dengan warna kebanggaan kuning cemburu ini. Ouwpoly bahkan mengklaim bahwa cita-cita mengabdi di daerah ini di jajaran pemerintahan sama dengan cita-cita Golkar, ingin mengsejahterakan rakyat. “Cita-cita saya sejatinya sama dengan cita-cita Golkar. Sejahterakan rakyat Indonesia melalui Golkar, sejahterakan rakyat NTT melalui Golkar dan sejahterakan rakyat Alor melalui Golkar,” pungkas mantan Ketua Ikatan Keluarga Kabola ini.
Menurut Ouwpoly, dalam sejarah Pemilu di Alor, palu kepemimpinan baru keluar dari Golkar di masa ini. Selama ini sejarah mencatat bahwa palu kepemimpinan ada dalam penguasaan Golkar. Karena itu tanggung jawab moral, tanggung jawab historis, tanggung jawab kultur, tanggung jawab profesi dan tanggung jawab organisasi saya merasa harus saya buat bagi daerah ini melalui Golkar.
Baginya demikia Ouwpoly, lima bakal calon Bupati Alor yang diajukan Golkar untuk mengikuti mekanisme selanjutnya di intern Golkar adalah pilihan yang tepat, biarkan masyarakay yang menilai.
Ketika kepercayaan ini Golkar berikan dan Tuhan berkenannya lolos dalam Pilkada Alor melalui Golkar maka tugasnya tidak berakhir untuk membesarkan Golkar. “Kita harus tulus membesarkan Golkar agar kedepan menjadi lebih bagus,” terang Ouwpoly
Karena saya punya pengalaman di organisasi, sudah cukup banyak, mulai dari OSIS, di masa Ir. Ans Takalapeta menjadi Ketua KNPI, di Kampus menjadi bahagian dari organisasi intra dimana Viktus Murin sebagai senior, ada senior saya di Golkar yang sekarang menjadi staf ahli Gubernur NTT (Imanuel E. Blegur), kami semua anak-anak muda Alor. Jadi, kalau bergaul dengan orang-orang Golkar di Propinsi NTT saya cukup lama, tambah Ouwpoly.
Datang di Alor kami ada di GAMKI sebagai Sekretaris, kemudian menjadi Ketua GAMKI Alor, kemudian dipilih menjadi Ketua KNPI Alor, menjadi salah satu Wakil Ketua Pemuda Pancasila. Jadi, kalau untuk organisasi-organisasi hampir sebagian besar hidup saya ada dalam dunia organisasi.
Dalam kegiatan organisasi gereja, Ouwpoly tercatat menjadi penatua, penanggung