“Sebagai kader dan keluarga besar Golkar, kita harus mengingat perbuatan baik beliau, apalagi beliau telah mendahului kita. Seperti yang pernah dikatakan Pak Harto, beban yang terdalam harus kita tanggung (ingat perbuatan baik setinggi-tingginya, kubur kesalahan sedalam mungkin)," tambahnya.
Sarmuji meyebut acara yang digelar oleh DPD Golkar Jatim ini juga merupakan bentuk aspirasi masyarakat. Pasalnya, sebagian masyarakat yang pernah hidup di zaman Soeharto masih mengingat perubahan hidup dari kondisi yang serba kekurangan menjadi lebih sejahtera. Dan dari kondisi yang dulunya sulit untuk makan hingga dapat menyekolahkan anaknya.
"Doa dan tahlil ini adalah aspirasi kader-kader Golkar Jawa Timur yang terus mengingat masa-masa pemerintahan beliau," ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan keluarga Soeharto Muhammad Ali Reza mengapresiasi inisiatif dan usaha yang dilakukan DPD Golkar Jawa Timur. Ia pun meminta agar membuka pintu maaf bagi almarhum Soeharto.
"Kami dari keluarga almarhum jenderal besar Haji Muhammad Soeharto mengucapkan beribu-ribu terima kasih, kami sangat menghargai aspirasi Golkar Jawa Timur. Kami mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya almarhum Eyang (sebutan untuk Soeharto). Mudah-mudahan kita semua diberikan keberkahan dari Allah," pungkasnya.


-(90-x-10-cm)_20260319_052631_0000.png)




_20251003_075632_0001.png)