Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Enam DPD II Golkar di NTB Mengajukan Diskresi DPP
  Nyoman Suardhika   29 Juni 2021
Credit Photo / Lombok Post

Kabargolkar.com - Sebanyak empat DPD Golkar kabupaten/kota telah menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Antara lain Kota Mataram, Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Empat daerah itu telah memilih nakhodanya melalui proses musyawarah mufakat atau aklamasi. Tidak banyak dinamika yang terjadi dan semua telah berhasil diselesaikan dengan semangat kebersamaan.

“Sisa daerah yang menunggu diskresi,” ungkap Ketua DPD Golkar Provinsi NTB H Mohan Roliskana.

Melansir laman Lombokpost, Selasa (29/6/2021), sejumlah Ketua DPD Golkar daerah mengajukan permohonan ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto melalui DPD Golkar NTB untuk diberikan kesempatan kembali menakhodai Golkar di daerah masing-masing.

Mereka mengajukan diskresi karena telah memimpin Golkar di masing-masing daerah selama dua periode. Total sebanyak 6 daerah mengajukan diskresi.

“Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Kabupaten Bima, Sumbawa Barat, dan Dompu,” terangnya.

Pengajuan permohonan diskresi telah disampaikan DPD Golkar NTB ke DPP Golkar. Saat ini masih menunggu jawaban dari Ketua Umum Golkar daerah mana yang disetujui diberi diskresi.

Ketua DPD Golkar yang memperoleh diskresi berpeluang besar menakhodai Golkar kembali karena mendapat restu dari ketua umum. Meski demikian Airlangga diyakini akan mempertimbangkan daerah mana saja yang layak ketua umumnya dipertahankan dan harus diganti.

“Walau itu menjadi otoritas penuh ketua umum Golkar tapi saya kira bisa terbaca mana yang akan dipertahankan dan akan diganti,” kata Pengamat Politik UIN Mataram Ihsan Hamid.

Ihsan mencontohkan misalnya untuk Ketua DPD Golkar Lombok Barat Hj Sumiatun dan Ketua DPD Golkar Bima Indah Damayanti Putri berpeluang besar dipertahankan sekalipun telah dua periode.

“Rumusnya jelas kekuasaan, Bupati Bima IDP dan Wakil Bupati Lombok Barat Sumiatun kontribusi suara dan logistiknya riil,” katanya.

Sementara yang masih fifty-fifty adalah Lombok Timur. Mengingat peran Daeng Paelori dalam Musda Golkar NTB terdahulu sangat menonjol di kubu Suhaili.

Walaupun Daeng saat ini memiliki posisi strategis pula dalam pemerintahan yakni sebagai Wakil Ketua DPRD NTB bisa saja berupaya disingkirkan.

“Tetapi kalau mengamati semangat rekonsiliasi yang dilakukan Mohan belakangan ini, bisa jadi Daeng dirangkul,” ujarnya.

Ihsan melihat Mohan berupaya menyingkirkan ego pribadi dan kekesalan politiknya demi kebesaran Golkar. Terbukti saat Musda Golkar Loteng yang secara mengejutkan memilih kembali H Humaidi yang notabene merupakan saudara HM Suhaili FT, rival Mohan saat Musda lalu.

“Maka kalau melihat dari sisi ini peluang Daeng terbuka lebar,” ulasnya.

Sementara selebihnya seperti Lombok Utara, Dompu, dan Sumbawa Barat, kecil peluang memperoleh diskresi. “Walaupun dalam politik peluang tetap terbuka sekecil apapun,” pungkasnya.

 
 
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.