kabargolkar.com, KUPANG - DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
kini gencar menyukseskan delapan program strategis sebagai bentuk kehadiran partai politik di tengah masyarakat.
Pengelolaan partai Golkar NTT saat ini sudah pada jalur yang benar. Pasalnya, Partai Golkar punya visi tentang kesejahteraan, dan ada tiga misi yang diemban serta ada strategi yaitu Pembaharuan dan Pembangunan.
“Itu secara Nasional Golkar sudah punya. Sekarang dibawah mesti ada program starategis dan program aksi yang selama ini belum punya. Karena itu beberpa waktu ini ada ide yang cerdas dari Pak Ketua Melky Laka Lena untuk kita buat program satargis. Sambil menggodok delapan Program Staregis lalu lahirlah Posko Karya (Poskar) Peduli Sesama. Dan itu namanya pendaratan program aksi,” sebut Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Partai Golkar NTT, Ans Takalapeta kepada SelatanIndonesia.com, Minggu (22/8/2021).
Bekas Bupati Alor dua periode ini megatakan, jika melihat UU Perencanaan Pembangunann Naisonal ada visi, misi, startegi, programa startegis dan progran aksi. “Kita sudah lengkap, jadi kita Partai Golkar NTT sudah mengisi alur prencanaan dengan benar,” katanya.
Dikatakan Ans Takalapeta, program strategis ini sangatlah penting, dan di Partai Golkar NTT ada delapan program strategis serta empat program prioritas.
“Secara Nasional, DPP Golkar punya tiga program strategis yaitu Konsolidasi Organisasi, Pemenangan Pemilu Legislatif, dan Pemenangan Pemilu Presiden, dan kita punya di DPD yang akan dibahas di Rakerda dan Rapimda nanti ditambah Pemenangan Pilkada,” sebut Ans Takalapeta.
Ia menjelaskan, dari delapan program strategis DPD I Golkar NTT ada empat program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Keempat program strategis itu adalah Petani Milenial, Pemberdayaan Perempuan Produktif, Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif, serta Yellow Klinik.
Sedangkan keempat lainnya adalah Digitaisasiai Organisasi, Optimalisasi Kalangan Milenial, Media dan Penggalangan Opini, dan Golkar Institut. “Keempat ini lebih pada mempersiapkan SDM internal Golkar untuk berkomunikasi dengan pihak lain atau kemampuan untuk berjejaring baik dengan Pemerintah, LSM, Dunia Usaha, dan Lembaga-Lembaga lain, serta tokoh-tokoh senior dan milenial,” katanya.
Ans Takalapeta menambahkan, ada dua ponit penting tentang milenial yang diprioritaskan oleh Golkar NTT yaitu petani milenial dan optimalisasi peran milenial. Pasalnya, jumlah penduduk NTT yang milenial usia 24-39 tahun sekitar 25 persen lebih, sedangkan ada generasi Z yang sekitar 43 persen itu dari usia anak-anak.
“Tetapi generasi yang sudah bisa berpartisipasi di sektor ekonomi, sosial dan budaya sekitar 25 persen lebih. Karena itu dalam desain aksi ada petani milenial dan optimalisasi kaum milenial,” ujar Ans Takalapeta.
Dia membeberkan alasan mengapa perlu petani milenial, karena tenaga kerja di sektor pertanian masih sangat kurang lantaran urbansasi. “Masyarakat kita setelah selesai sekolah dan cari kerja di kota, maka petani makin berkurang lalu lahan tidur makin banyak. Dan, dengan gerakan petani milenial, maka para anak muda makin tertarik dengan pertanian,” jelas Ans.
Bahkan menurut dia, yang bisa membangun pertanian dengan orientasi pasar adalah petani milenial dengan jaringan pasar digital