kabargolkar.com, BANDUNG - Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai salah satu partai besar
di tanah air membentuk Badan Saksi Nasional (BSN). Tujuannya untuk mengamankan pemenangan Pemilu (Pemilihan Umum), hasil perolehan suara Partai Golkar di Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024.
Hal itu pun menjadi salah satu alasan dalam melaksanakan program sekolah saksi partai Golkar. Ketua BSN Jabar Sukim Nur Arif mengatakan, pada tanggal 21-22 September 2021 pihaknya akan melangsungkan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Sekolah Saksi, di Bogor.
Kegiatan tersebut rencananya akan diikuti oleh Ketua BSN, Sekretaris BSN, Ketua AMPG, Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar kabupaten/kota se-Jabar.
“Di tahun 2022 kami akan membuat sekolah saksi yang merupakan program baru dari Partai Golkar. Namun di Desember 2021 harus sudah terbentuk struktur BSN di 27 kota/kabupaten di seluruh Jawa Barat,” kata Sukim, di kantor BSN Jabar, Jalan Maskumbang, Kota Bandung, Selasa (7/9/2021).
Sebelumnya, pada hari Senin (6/9/2021) BSN Jabar dan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dari 27 kabupaten/kota, melakukan rapat bersama, menyiapkan teknis pelaksanaan Rakorda, di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar, Jalan Maskumbang, Kota Bandung.
Saat ditanya kenapa BSN Jabar dalam melaksanakan Rakorda berkolaborasi dengan AMPG, kata Sukim, AMPG sudah dari dulu mempersiapkan SDM-nya.
Mereka akan dikaryakan untuk pembentukan BSN di daerah nya masing-masing.
Dirinya juga mengungkapkan saat Rakorda nanti, para peserta akan diberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai sekolah saksi serta ilmu pemenangan Pemilu. Pematerinya khusus mengundang konsultan ahli.
“Diharapkan nanti mereka yang sudah mengikuti sekolah saksi mulai bekerja merekrut para calon siswa saksi, sesuai dengan yang ditargetkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Golkar,” kata Sukim.
“Sehingga di bulan Desember 2021 sudah masuk data base, per kecamatan sebanyak 20 orang peserta sekolah saksi, untuk angkatan pertama. Ke depan disesuaikan dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jabar,” imbuhnya.
Sementara itu Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Ketua AMPG Jabar juga anggota DPRD Jabar Fraksi Partai Golkar periode 2019-2024, menjelaskan bahwa dirinya sudah mengumpulkan Ketua AMPG kabupaten/kota, untuk menyukseskan sekolah saksi, kolaborasi BSN Jabar dengan AMPG.
“Ketua AMPG kabupaten/kota insya Allah akan ditempatkan menjadi Direktur sekolah BSN di kabupaten/kota masing-masing,” kata Rey, biasa disapa.
Hal itu kata Rey, karena ingin mengambil kader-kader muda yang ada di Golkar.
“AMPG ingin menjadi pemersatu untuk organisasi lain yang ada di Golkar. Pada nanti akhirnya yang menjadi saksi bukan hanya anggota AMPG saja, tetapi AMPG akan mengakomodir kader-kader muda dari MKGR, KOSGORO dan SOKSI,” lanjutnya.
“Tapi yang leading sektornya tetap AMPG, karena tentang kepemudaan. Di samping itu AMPG juga ada di dalam tubuh partai Golkar,” imbuh nya.
Saat rapat di DPD Golkar, Senin (6/9/2021) dirinya juga sudah menginstruksikan kepada seluruh Ketua AMPG, kabupaten/kota untuk mempersiapkan 20 orang kader AMPG untuk mengikuti Sekolah Saksi. Termasuk untuk mempersiapkan saksi-saksi di kabupaten/kota yang ada di daerahnya